Andrea Pirlo saat menjadi pelatih

Kebuntuan panjang Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dalam mencari figur yang tepat untuk memimpin proyek pembangunan kembali tim nasional akhirnya berujung pada satu nama: Andrea Pirlo. Setelah pendekatan kepada Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola mentah, FIGC memutuskan untuk memberikan kepercayaan kepada mantan gelandang ikonik tersebut sebagai direktur teknik baru Azzurri. Keputusan ini diumumkan setelah serangkaian negosiasi yang alot, di mana Ancelotti terikat kontrak dengan Brasil hingga 2030, sementara Guardiola—yang menjadi prioritas utama—memilih untuk tidak menerima tawaran tersebut.

Penunjukan Andrea Pirlo

Menurut laporan dari surat kabar "La Repubblica", proses penunjukan Pirlo berlangsung cepat setelah Guardiola menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa bergabung. FIGC kemudian bergerak cepat untuk mengamankan kesepakatan dengan Pirlo, yang saat ini masih menangani klub Uni Emirat Arab, FC United. Kontrak berdurasi empat tahun itu akan membuat Pirlo mengemban tanggung jawab hingga Piala Dunia 2030, dengan gaji sekitar 1,5 juta euro per tahun ditambah bonus dan insentif.

Pirlo bukanlah wajah baru di tubuh timnas Italia. Sebagai pemain, ia telah mencatatkan 116 penampilan dan 13 gol antara 2002 hingga 2015. Ia menjadi andalan saat Italia meraih Piala Dunia 2006 di Jerman, mengalahkan Prancis melalui adu penalti. Pirlo juga membawa Azzurri ke final Euro 2012 dan meraih peringkat ketiga di Piala Konfederasi 2013. Pengalaman internasionalnya yang kaya diyakini menjadi modal berharga dalam peran barunya.

Krisis Sepak Bola Italia

Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya FIGC untuk membangkitkan sepak bola Italia dari keterpurukan. Meskipun sempat meraih gelar Piala Eropa pada 2021, Italia mengalami kegagalan beruntun di ajang Piala Dunia. Azzurri absen dari turnamen empat tahunan tersebut untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sejak 2014. Kekalahan memalukan dari Bosnia dan Herzegovina pada babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026, yang kalah lewat adu penalti pada Maret lalu, memicu gelombang protes dan memaksa pelatih Gennaro Gattuso untuk mengajukan pengunduran diri.

FIGC menyadari bahwa diperlukan perubahan struktural untuk mengembalikan Italia ke papan atas sepak bola dunia. Dengan empat gelar Piala Dunia, Italia hanya kalah dari Brasil (5 gelar) dalam jumlah trofi. Namun, prestasi tersebut tidak sejalan dengan performa terkini yang terus menurun.

Peran Paolo Maldini

Penunjukan Pirlo mendapat dukungan penuh dari Paolo Maldini, legenda pertahanan yang kini menjabat sebagai direktur teknis FIGC. Maldini dan Pirlo memiliki hubungan dekat sejak menjadi rekan setim di AC Milan selama delapan musim (2001-2009). Bersama Milan, mereka meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions dan Serie A. Sebelumnya, Maldini sempat ingin merekrut Pirlo sebagai pelatih Milan saat ia menjabat sebagai direktur teknis klub tersebut hingga Juni 2023.

Duet Maldini-Pirlo diharapkan bisa membawa angin segar bagi sepak bola Italia. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Pirlo datang dengan rekam jejak kepelatihan yang terbatas: ia pernah melatih Juventus pada musim 2020-2021 dan berhasil memenangkan Coppa Italia serta Piala Super Italia, kemudian menangani Fatih Karagümrük di Turki, Sampdoria, dan terakhir FC United di Uni Emirat Arab. Meskipun demikian, FIGC percaya bahwa visi dan pengalaman Pirlo sebagai pemain dapat menginspirasi generasi baru pemain Italia.

Harapan ke Depan

Dengan kontrak jangka panjang hingga 2030, Pirlo memiliki waktu untuk membangun fondasi yang kuat. Tugas utamanya adalah mengembangkan talenta muda, memperbaiki sistem pembinaan, dan mengembalikan identitas sepak bola Italia yang dikenal dengan taktik solid dan pertahanan kokoh. Kegagalan lolos ke Piala Dunia tiga kali beruntun menjadi luka yang harus segera disembuhkan. Dukungan dari Maldini, yang juga merupakan ikon sepak bola Italia, diharapkan dapat mempercepat proses transformasi.

Penunjukan Andrea Pirlo menandai babak baru bagi Azzurri. Meskipun penolakan dari dua nama besar sempat membuat frustrasi, FIGC akhirnya menemukan sosok yang tepat untuk memimpin kebangkitan. Dengan kontrak panjang dan dukungan penuh dari federasi, Pirlo kini memiliki kesempatan untuk menuliskan kembali sejarah kejayaan Italia. Para penggemar tentu berharap bahwa era baru ini akan membawa hasil manis seperti yang pernah diraih saat Pirlo masih menjadi pahlawan di lapangan hijau.

Sumber

goal.com

By qnesx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *