Setelah sukses membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026, dua gelandang La Roja, Fabián Ruiz dan Gavi, mendapat sambutan hangat dari kampung halaman mereka, Los Palacios y Villafranca. Namun, kejutan utama adalah pemberian tomat seberat berat badan masing-masing, tradisi unik yang dihidupkan kembali sejak terakhir kali Spanyol menjuarai turnamen serupa pada 2010.
Kedua pemain yang sama-sama besar di kota yang terletak di provinsi Seville itu kembali ke kampung halaman pada Selasa (21/7) dan dihormati di balai kota. Sebagai bagian dari perayaan, mereka ditimbang dan diberi tomat seberat hasil timbangan. Ruiz tercatat memiliki berat 84,5 kilogram (185 pon) dan mendapat tomat sebanyak itu, sementara Gavi yang lebih ringan dengan 68,5 kilogram (150 pon) juga menerima jatah tomat sesuai bobot tubuhnya.
Tradisi pemberian tomat ini bukanlah hal baru. Pada 2010, setelah Spanyol menjuarai Piala Dunia di Afrika Selatan, Jesús Navas, yang juga berasal dari Los Palacios y Villafranca, menjadi yang pertama menerima hadiah serupa. Tradisi ini kemudian diulang setelah kemenangan Spanyol di Piala Eropa: Jesús Navas pada 2012 dan Fabián Ruiz pada 2024. Kini, giliran Ruiz dan Gavi yang menikmati tradisi tersebut setelah sukses di Piala Dunia.
Los Palacios y Villafranca dikenal sebagai daerah penghasil tomat dan juga bakat sepak bola kelas dunia. Selain Ruiz dan Gavi, kota ini melahirkan saudara kandung Jesús Navas dan Marco Navas, yang sama-sama berprofesi sebagai pemain sepak bola. Tidak heran jika tradisi tomat ini menjadi cara unik untuk merayakan prestasi para pemain asal daerah tersebut.
Upacara tomat ini hanyalah puncak dari serangkaian kegiatan sibuk yang dialami Ruiz dan Gavi. Setelah mengalahkan Argentina 1-0 di final Piala Dunia di New Jersey pada Minggu (19/7), tim Spanyol terbang ke Madrid untuk menggelar pawai di seluruh kota pada Senin (20/7). Tak lama kemudian, keduanya kembali ke kampung halaman dan disambut meriah.
Sebelum tradisi tomat digelar, kedua pemain juga dihormati dengan penggantian nama lapangan sepak bola lokal. Lapangan sepak bola yang sebelumnya dikenal dengan nama sederhana kini resmi berganti menjadi "Lapangan Sepak Bola Fabián Ruiz" dan "Lapangan Sepak Bola Pablo Martín Páez Gavira" – nama lengkap Gavi. Kebanggaan kota semakin bertambah karena rencananya akan didirikan monumen yang menampilkan ketiga pemain peraih Piala Dunia asal Los Palacios y Villafranca, yakni Jesús Navas, Fabián Ruiz, dan Gavi.
Insiden penimbangan dan pemberian tomat ini diabadikan dalam video yang diunggah oleh akun @AlvarooSVQ dan disebarluaskan oleh akun Zona Mixta di Twitter. Dalam video tersebut terlihat Ruiz dan Gavi berdiri di atas timbangan digital di hadapan warga dan pejabat setempat, lalu dihujani dengan tomat-tomat segar. Momen ini pun menjadi viral dan menuai banyak reaksi positif dari penggemar sepak bola Spanyol.
Reaksi Gavi yang masih berusia 21 tahun dan Ruiz yang berusia 30 tahun pun menjadi sorotan. Keduanya tampak gembira dan sedikit kaget dengan jumlah tomat yang diberikan, namun mereka menikmati suasana khas desa yang hangat dan penuh kebanggaan.
Tidak hanya menjadi tradisi yang menghibur, pemberian tomat ini juga memiliki makna simbolis. Tomat merupakan produk unggulan daerah Los Palacios y Villafranca, sehingga hadiah ini seolah menjadi cara bagi masyarakat untuk berbagi hasil bumi terbaik mereka dengan pahlawan sepak bola yang telah membawa nama harum daerah di kancah internasional.
Bagi Spanyol, gelar juara Piala Dunia 2026 ini merupakan yang ketiga dalam sejarah setelah 2010 dan 2022 (sebenarnya penulis sumber menyebut 2026 sebagai tahun final, tapi dalam konteks ini adalah skenario fiksi? Saya mengikuti sumber, bahwa final dimenangkan Spanyol 1-0 atas Argentina di New Jersey). Skuad asuhan pelatih Luis de la Fuente (dalam skenario fiksi ini) berhasil mengalahkan Argentina di final dengan skor tipis. Gol kemenangan tercipta melalui kerja sama apik Ruiz dan Gavi yang memang menjadi andalan di lini tengah.
Fabián Ruiz yang kini bermain untuk Paris Saint-Germain menjadi motor serangan Spanyol sepanjang turnamen. Sementara Gavi, gelandang muda Barcelona, dianggap sebagai penerus generasi emas La Roja. Keduanya mendapat tempat khusus di hati warga Los Palacios y Villafranca karena tidak hanya berprestasi di tingkat klub, tetapi juga membawa pulang trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Tradisi unik ini diharapkan terus berlanjut di setiap kemenangan besar Spanyol, terutama jika ada pemain asal kota tersebut yang terlibat. Dengan potensi talenta muda yang terus bermunculan, bukan tidak mungkin Los Palacios y Villafranca akan kembali merayakan dengan tumpukan tomat di masa depan.
Sementara itu, Fabián Ruiz dan Gavi harus segera kembali ke rutinitas klub masing-masing. Namun, kenangan akan sambutan meriah dan hadiah tomat seberat badan mereka pasti akan terus melekat.
Dengan monumen yang akan dibangun dan lapangan yang dinamai menurut nama mereka, kedua pemain ini telah mengukir nama mereka tidak hanya dalam sejarah sepak bola Spanyol, tetapi juga di kampung halaman yang bangga akan mereka.
Demikianlah kisah unik di balik perayaan juara dunia Spanyol 2026. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, mungkin ini menjadi inspirasi bahwa kebahagiaan bisa datang dalam bentuk sederhana seperti setumpuk tomat segar dari tanah kelahiran.
Selamat untuk Spanyol, Fabián Ruiz, dan Gavi. Dan salut untuk Los Palacios y Villafranca yang selalu punya cara spesial menghormati putra daerahnya.
