Andros Townsend saat memperkuat PT Prachuap

Mantan winger timnas Inggris, Andros Townsend, mengalami insiden yang benar-benar di luar dugaan saat memperkuat klub Liga Thailand, PT Prachuap. Ia terlindas alat penggilas lapangan yang berat ketika sedang melakukan pemanasan pada jeda babak. Peristiwa aneh tersebut membuat rekan-rekan setimnya syok dan nyaris tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan.

Kronologi Insiden

Townsend menceritakan bahwa saat jeda babak, para pemain keluar untuk melakukan pemanasan. Ia melihat dua alat penggilas lapangan terparkir di sisi lapangan. Meski merasa aneh karena belum pernah melihatnya sepanjang karier, ia tidak terlalu memikirkannya. Namun, tak lama kemudian, alat berat itu tiba-tiba bergerak dan menabraknya saat ia sedang melakukan rondo.

Dalam sekejap, Townsend terjatuh ke tanah dan sebagian tubuhnya tertutup alat penggilas tersebut. Rekan-rekan setimnya langsung panik, memalingkan muka, dan memegangi kepala melihat insiden itu. Beberapa dari mereka bahkan memanggil tandu dan staf medis.

Nyaris Cedera Serius

Townsend bersyukur karena dirinya hanya mengalami benturan dan memar ringan. Ia mengaku sempat berpikir bahwa kariernya akan berakhir ketika alat itu melindas kaki kirinya. "Saya pikir saya sudah selesai. Itu sampai ke pergelangan kaki saya yang pernah saya operasi. Itu sampai ke lutut kiri saya yang pernah saya operasi. Saya pikir, entah pergelangan kaki kiri saya akan patah atau lutut kiri saya akan patah," ujarnya seperti dikutip dari Goal.com.

Meski demikian, berkat refleksnya yang cepat, ia berhasil jatuh ke lantai pada posisi yang tepat sehingga tidak ada tulang yang patah. "Saya sangat beruntung karena saya masih bisa tertatih-tatih pergi dan pulih dalam beberapa menit," tambahnya.

Keluarga Sempat Tidak Percaya

Dalam wawancara di acara Football Uncensored milik Piers Morgan, Townsend mengungkapkan bahwa rekaman insiden tersebut viral di media sosial. Bahkan keluarganya sendiri sempat mengira video itu adalah hasil rekayasa AI. "Ketika saya mengirimkannya kepada anak-anak saya, anak-anak saya mengira itu AI. Saya harus menjelaskan kepada mereka selama 10 menit berikutnya bahwa itu nyata," kenangnya.

Townsend juga mengaku meringis setiap kali menonton kembali rekaman tersebut. "Mengerikan untuk menontonnya kembali dan melihat apa yang bisa saja terjadi, untungnya saya beruntung," ujarnya.

Tetap Lanjut Bermain

Meski mengalami insiden mengerikan, Townsend menunjukkan mentalitas baja. Ia menolak dibawa ke rumah sakit dan memilih untuk melanjutkan pemanasan. Bahkan, ia kemudian masuk dari bangku cadangan pada akhir pertandingan dan membantu PT Prachuap meraih kemenangan 3-0 atas Pattani.

"Mereka sangat terkejut karena saya melanjutkan pemanasan. Mereka menyuruh saya menemui dokter, mereka memanggil tandu. Tapi saya sudah kenyang pengalaman, saya pernah mengalami kemunduran, saya pernah punya masalah cedera, alat penggilas jelas tidak akan menghentikan saya untuk lanjut," tegasnya.

Sindiran Kocak

Setelah kejadian tersebut, Townsend tidak menunjukkan rasa trauma. Lewat Instagram, ia bahkan sempat bercanda soal pengalamannya bermain di Inggris. Sambil membagikan rekaman insiden itu, ia menulis, "Ternyata laga tandang ke Stoke tidak seburuk itu."

Ia juga menyatakan tidak akan menuntut pengemudi alat penggilas yang tidak menyadari keberadaannya. Sikap santai ini menunjukkan bahwa Townsend telah pulih secara mental dan siap melanjutkan kariernya di Thailand.

Kilas Balik Karier

Andros Townsend merupakan pemain berpengalaman yang pernah memperkuat klub-klub Premier League seperti Tottenham Hotspur, Newcastle United, Crystal Palace, dan Everton. Ia juga sempat membela timnas Inggris. Kini, di usia 35 tahun, ia melanjutkan karier di Liga Thailand bersama PT Prachuap. Insiden ini menjadi salah satu momen tak terduga dalam perjalanan kariernya yang penuh liku.

Pelajaran dari Insiden

Kejadian yang menimpa Townsend menjadi pengingat bahwa keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama, termasuk saat pemanasan. Keberadaan alat berat di sekitar lapangan seharusnya diawasi dengan ketat untuk mencegah hal serupa terulang. Meski demikian, Townsend membuktikan bahwa dirinya masih memiliki semangat juang tinggi dan tidak mudah menyerah pada keadaan.

Dengan pengalamannya, Townsend diharapkan dapat terus memberikan kontribusi bagi PT Prachuap dan menjadi panutan bagi pemain muda. Kisahnya juga mengingatkan bahwa dalam sepak bola, segala hal bisa terjadi, bahkan yang paling tidak terduga sekalipun.

By qnesx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *