Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes beraksi di bawah mistar gawang

Maarten Paes dan Misi Besar di Piala ASEAN FIFA

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, tidak lagi bicara soal ambisi pribadi. Kiper berusia 28 tahun itu kini memasang target paling jelas: mempersembahkan trofi perdana Piala ASEAN FIFA untuk Indonesia. Turnamen yang akan digelar dengan Indonesia sebagai tuan rumah Divisi 1 pada 2026 itu menjadi panggung yang ia tunggu, bukan sekadar ajang partisipasi.

Bagi Paes, kesuksesan tim jauh melampaui pencapaian individu. Ia menegaskan bahwa momen mengangkat trofi di hadapan publik sendiri adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi para pendukung yang selama ini setia mengikuti perjalanan Merah Putih. Tekad ini menandai babak baru yang ambisius dalam karier internasionalnya bersama Indonesia.

Prioritas Baru Seorang Kiper Matang

Pengalaman panjang di Eredivisie dan MLS telah membentuk cara pandang Paes terhadap sepak bola. Ia mengakui bahwa perjalanan kariernya berjalan bukan tanpa alasan. Dalam wawancara dengan FIFA, ia menyatakan bahwa setiap hal yang terjadi membuatnya berkembang dan jauh lebih matang, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Pada titik kariernya sekarang, kejayaan kolektif untuk klub dan negara menempati posisi tertinggi. Paes tidak lagi menempatkan ego pribadi sebagai pusat perhatian. Ia hanya ingin memberi kontribusi maksimal untuk tim, dengan tujuan utama meraih kemenangan, baik bersama tim nasional maupun di level klub.

Pernyataan itu memperlihatkan perubahan orientasi yang signifikan. Seorang kiper yang pernah menonjol bersama FC Dallas ini memilih untuk menundukkan ambisi pribadi demi kepentingan yang lebih besar, yaitu prestasi Garuda di pentas regional.

Dampak Turnama bagi Sepak Bola Asia Tenggara

Paes tidak hanya melihat turnamen ini dari kacamata Indonesia. Menurutnya, kehadiran Piala ASEAN FIFA merupakan perkembangan positif bagi seluruh peserta. Ia menilai kompetisi ini akan meningkatkan level sepak bola Asia Tenggara secara keseluruhan, bukan hanya menguntungkan satu negara tertentu.

Pandangan tersebut masuk akal mengingat format turnamen yang didukung FIFA ini memberi kesempatan bagi negara-negara di kawasan untuk bersaing di level yang lebih terstruktur. Bagi Indonesia, kesempatan menjadi tuan rumah sekaligus bersaing untuk gelar menjadi kombinasi yang jarang terjadi.

Persaingan Sehat di Bawah Mistar

Di level klub, Paes mengasah mentalitas juara melalui kerja sehari-hari di lingkungan elite Johan Cruyff Arena. Ia berlatih bersama kiper internasional Jerman, Marc-Andre ter Stegen, sebuah situasi yang menuntut standar tinggi setiap hari. Pengalaman itu membentuk disiplin dan ketajaman yang ia bawa ke tim nasional.

Di skuad Garuda, ia menghadapi persaingan yang tidak kalah menuntut dengan Emil Audero untuk memperebutkan posisi utama di bawah arahan pelatih kepala John Herdman. Bagi Paes, persaingan ketat justru menjadi pendorong untuk menjadi versi terbaik dari dirinya. Ia meyakini bahwa semakin berkualitas pesaing yang dihadapi, semakin besar dorongan untuk meningkat.

Yang menarik, Paes menegaskan bahwa rivalitas itu tidak boleh mengorbankan kepentingan tim. Seiring bertambahnya usia, ia menilai keberhasilan Garuda jauh lebih penting daripada siapa yang bermain. Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan seorang pemain yang telah melewati berbagai level kompetisi.

Target Trofi di Depan Pendukung Sendiri

Keinginan Paes untuk mengangkat trofi di hadapan publik tuan rumah bukan sekadar retorika. Ia secara eksplisit menyebut bahwa tujuan utamanya adalah memenangkan trofi dan membalas dukungan yang telah diberikan suporter selama beberapa tahun terakhir. Atmosfer penuh gairah dari tribun, menurutnya, semakin memperdalam ikatan emosional dengan negara yang kini ia sebut sebagai rumah.

Momen seperti itu akan menjadi pencapaian bersejarah, baik bagi Paes secara pribadi maupun bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Turnamen regional ini juga ia jadikan pijakan menuju kesuksesan di level kontinental. Paes menyebut bahwa tujuan pertama adalah menjuarai Piala ASEAN FIFA dan membangun perasaan positif untuk menyambut Piala Asia.

Ujian Taktik Sebelum Piala Asia

Indonesia akan menjadi tuan rumah Divisi 1 Piala ASEAN FIFA 2026 dan menghadapi fase grup melawan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Jadwal itu memberi John Herdman kesempatan krusial untuk mematangkan cetak biru taktiknya sebelum bertolak ke Arab Saudi untuk Piala Asia AFC pada Januari.

Laga-laga melawan tim-tim kawasan akan menjadi tolok ukur sejauh mana ide-ide Herdman sudah tertanam dalam skuad. Mengangkat trofi besar di hadapan pendukung sendiri akan menyuntikkan dorongan besar bagi para pemain jelang ujian di level kontinental. Sebaliknya, hasil kurang memuaskan bisa menjadi bahan evaluasi sebelum turnamen yang lebih bergengsi.

Penutup

Maarten Paes telah menempatkan dirinya dalam posisi yang jelas: kesuksesan tim adalah prioritas, dan trofi Piala ASEAN FIFA adalah target yang harus dikejar. Kombinasi pengalaman di Eredivisie dan MLS, persaingan sehat dengan Emil Audero, serta dukungan suporter tuan rumah menjadi faktor yang ia yakini dapat membawa Indonesia mencetak sejarah. Jika tekad itu terwujud, bukan hanya trofi yang diraih, tetapi juga fondasi kepercayaan diri untuk menghadapi Piala Asia.

By qnesx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *