Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia di Los Angeles menyajikan drama yang tak terlupakan. Spanyol akhirnya menang 2-1 berkat gol telat Mikel Merino pada menit ke-88, setelah memanfaatkan blunder kiper pengganti Belgia, Senne Lammens. Kemenangan ini membawa La Roja ke semifinal untuk berhadapan dengan Prancis, mengulang pertemuan final Euro 2024.
Babak Pertama: Dominasi Spanyol Berbuah Gol
Spanyol tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka menguasai penguasaan bola dan perlahan membongkar pertahanan rapat Belgia yang mengandalkan serangan balik cepat melalui Jeremy Doku. Peluang pertama hadir pada menit ke-21 lewat tendangan jarak jauh Lamine Yamal, namun masih bisa diamankan Thibaut Courtois.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30. Kombinasi cepat antara Lamine Yamal dan Pedro Porro di sisi kanan menciptakan ruang bagi Porro untuk memberikan umpan tarik ke Dani Olmo. Sepakan pertama Olmo berhasil ditepis Courtois, namun bola rebound jatuh ke kaki Fabian Ruiz yang dengan tenang menyontek bola ke gawang kosong. Gol itu menjadi gol pertama yang dicetak Spanyol dengan cara tersebut, menunjukkan ketajaman mereka memanfaatkan peluang kedua.
Spanyol hampir menggandakan keunggulan beberapa menit kemudian melalui tendangan bebas Lamine Yamal yang mengarah ke sudut gawang, namun Courtois kembali menunjukkan kualitasnya dengan penyelamatan gemilang. Namun, saat Spanyol mulai nyaman dengan keunggulan, Belgia justru menyamakan kedudukan pada menit ke-41.
Belgia Bangkit: Gol Kejutan De Ketelaere
Hanya semenit sebelum turun minum, Belgia melancarkan serangan balik mematikan. Kevin De Bruyne, yang kembali dimainkan sebagai starter, menunjukkan visi luar biasanya dengan melepaskan umpan terobosan ke Timothy Castagne di sisi kanan. Castagne kemudian melepaskan crossing akurat yang disambut sundulan keras Charles De Ketelaere, menaklukkan Unai Simon. Gol tersebut merupakan gol pertama yang diterima Spanyol sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 ini, memecah rekor cleansheet mereka.
Babak pertama ditutup dengan skor 1-1. Spanyol unggul dalam penguasaan bola (65%-35%) dan jumlah tembakan (8-3), namun Belgia terbukti efektif dalam memanfaatkan peluang.
Babak Kedua: Intensitas Meningkat, Courtois Cedera
Memasuki babak kedua, Spanyol langsung meningkatkan tekanan. Pada menit ke-55, pelatih Luis de la Fuente memasukkan Pedri untuk menggantikan Fabian Ruiz, menambah kreativitas di lini tengah. Lamine Yamal terus menjadi ancaman lewat pergerakannya dari sayap kanan. Pada menit ke-61, ia melepaskan tendangan keras yang kembali memaksa Courtois melakukan penyelamatan dua tangan.
Namun, petaka datang bagi Belgia pada menit ke-71. Thibaut Courtois, kiper terbaik dunia, harus meninggalkan lapangan karena cedera paha. Ia digantikan oleh Senne Lammens, kiper muda Manchester United yang baru melakukan penampilan ketiganya untuk tim nasional. Kepergian Courtois jelas menjadi pukulan telak bagi pertahanan Belgia, yang selama ini sangat bergantung pada ketenangan dan refleksnya.
Momen Krusial: Blunder Lammens dan Gol Merino
Setelah pergantian kiper, Belgia tetap mampu bertahan dengan organisasi yang rapi. Spanyol terus menekan tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat yang digalang Wout Faes dan Jan Vertonghen. Namun, bencana terjadi pada menit ke-88.
Pemain belakang Spanyol, Pau Cubarsi, melepaskan tembakan jarak jauh yang tampaknya tidak terlalu berbahaya. Namun, bola melambung dan memantul tak nyaman di depan Lammens. Kiper muda itu gagal mengontrol bola dengan sempurna, justru memantulkannya ke arah Mikel Merino yang dengan cerdik menyambarnya dan mencetak gol. Stadion bergemuruh. Ini adalah gol kemenangan kedua Merino dalam lima hari setelah ia juga menjadi pahlawan di babak 16 besar.
Akhir Pertandingan: Spanyol Bertahan Demi Kemenangan
Belgia berusaha membalas di sisa waktu. Pada menit ke-90+, mereka nyaris menyamakan skor saat umpan silang membuat Unai Simon keluar dari sarangnya. Bek Aymeric Laporte dengan sigap melakukan penyelamatan dengan menghalau bola di garis gawang. Itu adalah penyelamatan krusial yang memastikan kemenangan Spanyol.
Peluit panjang berbunyi, Spanyol menang 2-1. Lamine Yamal dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat kontribusinya dalam kedua gol. De Bruyne tampil apik dengan kreasi peluang, tapi sayang tak membuahkan hasil.
Catatan dan Fakta Menarik
- Spanyol memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka, sejak terakhir kalah dalam laga persahabatan dari Kolombia tahun 2024.
- Gol Charles De Ketelaere adalah gol pertama yang dicetak ke gawang Spanyol di Piala Dunia 2026.
- Mikel Merino menjadi pahlawan super-sub kedua kalinya secara beruntun setelah sebelumnya mencetak gol penentu ke gawang Swiss di babak 16 besar.
- Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku kembali ke starting XI setelah sempat diistirahatkan di fase grup.
- Youri Tielemans, kapten Belgia, harus absen karena cedera saat pemanasan.
Analisis Taktis
Spanyol tetap setia dengan filosofi penguasaan bola, tetapi keberhasilan mereka kali ini lebih ditentukan oleh efektivitas di kotak penalti lawan. Lamine Yamal, yang baru berusia 18 tahun, menjadi motor serangan dengan pergerakan dan dribelnya. Keputusan De la Fuente untuk mencadangkan Pedri di awal laga terbukti berani, namun Fabian Ruiz yang menggantikannya justru mencetak gol.
Belgia di bawah asuhan Rudi Garcia menunjukkan peningkatan signifikan dalam organisasi bertahan. Mereka berhasil membungkam Spanyol untuk waktu yang cukup lama, namun ketidakberuntungan dengan cedera Courtois menjadi titik balik. Lammens, yang minim pengalaman, tak mampu mengatasi tekanan di momen krusial.
Eropa masih mendominasi Piala Dunia, dengan Spanyol dan Prancis akan kembali bertemu di semifinal. Laga itu dinanti sebagai ulangan final Euro 2024 yang dimenangkan Spanyol 2-1.
Reaksi Pemain dan Pelatih
Usai pertandingan, Mikel Merino mengaku hanya melakukan instingnya: "Saya melihat bola muntah dan langsung menyambar. Kami sangat senang bisa lolos. Lamine dan yang lain membuat pekerjaan mudah bagi saya."
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memuji ketangguhan mental timnya: "Kami kebobolan gol pertama tapi tidak panik. Saya bangga dengan cara kami bangkit dan memenangkan pertandingan."
Dari kubu Belgia, Rudi Garcia menyayangkan cedera Courtois: "Thibaut adalah kiper terbaik dunia. Kehilangannya sangat berat, tapi Senne masih muda dan akan belajar dari ini. Kami bisa lebih baik di babak pertama, tapi Spanyol pantas menang."
Melaju ke Semifinal: Spanyol vs Prancis
Spanyol akan bertemu Prancis di semifinal, mengulang pertandingan besar dua tahun lalu di Euro 2024. Saat itu Spanyol menang 2-1. Kini keduanya sama-sama tampil impresif. Prancis lolos setelah menyingkirkan Portugal di perempat final.
Pertandingan semifinal akan digelar di Los Angeles, stadion yang sama dengan laga ini. Spanyol akan kembali mengandalkan penguasaan bola dan bakat Lamine Yamal. Prancis dengan Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann siap memberikan perlawanan sengit.
Kesimpulan
Pertandingan Spanyol vs Belgia mengingatkan kita betapa tipisnya batas antara sukses dan gagal di Piala Dunia. Belgia, dengan Courtois, mungkin bisa membawa laga ke perpanjangan waktu. Tapi sepak bola kejam: satu kesalahan kecil dan sejarah pun berubah.
Spanyol kini selangkah lagi menuju final. Dengan kedalaman skuad dan mentalitas pemenang, mereka layak difavoritkan. Namun Prancis bukan lawan sembarangan. Semifinal Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung bagi persaingan klasik Eropa.
Kini dunia menantikan siapakah yang akan melaju ke final dan menorehkan nama di trofi emas.
