Zinedine Zidane tersenyum saat konferensi pers perkenalan sebagai pelatih timnas Prancis

Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Prancis. Pengumuman ini disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada Selasa, 28 Juli 2026, dan langsung menjadi sorotan utama media olahraga dunia. Zidane, yang sebelumnya identik dengan kesuksesan Real Madrid, kini kembali ke pangkuan timnas sebagai nahkoda baru menggantikan Didier Deschamps, yang telah memimpin sejak 2012.

Era Baru Les Bleus

Penunjukan Zidane disambut antusias oleh publik Prancis yang menaruh harapan besar pada pria berusia 54 tahun ini. Sebagai ikon sepak bola dunia, Zidane dikenal memiliki kharisma dan kecerdasan taktik yang mumpuni. Selama membesut Real Madrid, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun (2016-2018), sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya di era modern.

Meski karier kepelatihannya sempat terhenti setelah meninggalkan Real Madrid pada 2021, Zidane tidak pernah jauh dari pemberitaan, terutama ketika berbagai klub besar seperti Paris Saint-Germain dan timnas Brasil dikabarkan menginginkannya. Kini, ia akhirnya menerima tantangan untuk membawa Prancis meraih kejayaan di pentas internasional.

Tantangan di Depan

Prancis saat ini berada dalam transisi setelah kegagalan di Piala Asia 2023 dan Piala Dunia 2026. Generasi emas seperti Kylian Mbappé, Antoine Griezmann, dan N'Golo Kanté mulai menua, tetapi masih ada talenta muda berbakat seperti Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, dan Randal Kolo Muani yang siap diorbitkan. Zidane dituntut untuk meremajakan skuad sambil tetap menjaga daya saing di turnamen besar.

Salah satu tantangan terbesar Zidane adalah bagaimana mengoptimalkan potensi Mbappé, yang kini menjadi andalan utama Les Bleus. Setelah pindah ke Real Madrid pada 2024, performa Mbappé terus menanjak, dan ia menjadi kapten timnas sejak 2023. Kerja sama antara Zidane dan Mbappé di Real Madrid sempat menjadi spekulasi, tetapi kini mereka justru akan bahu-membahu di timnas.

Reaksi Publik dan Pemain

Para pemain timnas Prancis menyambut baik kedatangan Zidane. Kapten tim, Kylian Mbappé, melalui media sosial menyatakan kegembiraannya bisa bekerja sama dengan salah satu idolanya. "Zidane adalah legenda. Belajar darinya adalah kesempatan luar biasa. Saya yakin ia akan membawa kami ke level berikutnya," tulis Mbappé di akun Instagram-nya.

Sementara itu, mantan rekan setim Zidane di timnas, Thierry Henry, yang kini menjadi analis, menilai bahwa Zidane memiliki kemampuan untuk membangun budaya pemenang. "Zidane tahu bagaimana mengelola ego pemain bintang dan membuat mereka bermain sebagai tim. Itu adalah kualitas yang sulit ditemukan pada pelatih lain," ujar Henry dalam wawancaranya dengan Canal+.

Filosofi Permainan yang Diharapkan

Zidane dikenal sebagai pelatih yang pragmatis namun tetap mengedepankan penguasaan bola dan serangan balik cepat. Selama di Real Madrid, ia selalu menekankan pentingnya soliditas pertahanan dan kreativitas di lini tengah. Para pengamat memprediksi Zidane akan menerapkan pola yang mirip dengan timnas Prancis, yang memiliki banyak pemain bertalenta di lini depan.

Salah satu isu yang mungkin menjadi perhatian adalah posisi Griezmann yang mulai beranjak tua. Pada usia 35 tahun, Griezmann masih menjadi pemain penting, tetapi Zidane mungkin akan lebih mengandalkan pemain muda seperti Kolo Muani atau Marcus Thuram. Keputusan ini tentu akan menjadi sorotan, mengingat Griezmann adalah pemain yang sangat dihormati di timnas.

Jadwal Debut dan Persiapan

Zidane dijadwalkan memimpin latihan perdananya bersama timnas pada awal Agustus 2026. Les Bleus akan menggelar laga persahabatan melawan Jerman di Paris pada 2 September 2026 sebagai ajang uji coba pertama di bawah arahan Zidane. Dua pekan kemudian, mereka akan memulai kualifikasi Euro 2028 melawan Austria.

Federasi Prancis belum mengumumkan rincian kontrak Zidane, tetapi rumor menyebutkan bahwa ia menandatangani kesepakatan hingga Piala Dunia 2028. Kabar ini tentu menambah ekspektasi bahwa Zidane akan membawa perubahan jangka panjang bagi timnas.

Dukungan dari Para Legenda

Tidak hanya pemain aktif, legenda sepak bola Prancis seperti Michel Platini dan Just Fontaine pun turut memberikan dukungan. Platini, yang pernah menjadi pelatih timnas Prancis pada 1988-1992, menilai bahwa Zidane adalah pilihan yang tepat. "Zidane adalah pemain terbaik yang pernah saya saksikan, dan sekarang ia memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih terbaik juga. Saya yakin ia akan sukses," ujar Platini.

Sementara itu, mantan pelatih Arsenal, Arsène Wenger, yang juga orang Prancis, menilai bahwa Zidane memiliki kemampuan untuk membawa Prancis tampil dominan. "Ia memiliki kecerdasan sepak bola dan kemampuan manajemen yang luar biasa. Dengan materi pemain yang dimiliki Prancis, saya yakin mereka bisa menjadi tim yang ditakuti," komentar Wenger.

Perbandingan dengan Deschamps

Kehadiran Zidane tentu akan dibandingkan dengan masa kepelatihan Deschamps yang sukses membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 dan semifinalis Euro 2024. Deschamps dianggap berhasil meracik tim yang solid, tetapi kritik sering muncul atas gaya permainan yang dianggap terlalu bertahan. Zidane diharapkan bisa memberikan sentuhan yang lebih menyerang tanpa mengorbankan keseimbangan tim.

Sejumlah pengamat menyebut bahwa Zidane akan memberikan kebebasan lebih kepada pemain kreatif seperti Mbappé dan Griezmann. Ia juga dikenal pandai memotivasi pemain, seperti yang ia lakukan pada Cristiano Ronaldo di Real Madrid. Hal ini bisa menjadi nilai tambah bagi Prancis yang kerap kesulitan menghadapi tim yang bertahan rapat.

Tantangan Piala Dunia 2028

Target utama Zidane tentu saja Piala Dunia 2028 yang akan digelar di Amerika Serikat dan Kanada. Prancis tergabung dalam grup yang belum ditentukan, tetapi mereka dipastikan menjadi salah satu unggulan. Zidane berharap bisa membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah sukses pada 1998 dan 2018.

"Saya datang dengan ambisi besar. Tim ini memiliki potensi luar biasa, dan saya akan melakukan segalanya untuk mengembalikan Prancis ke puncak dunia," ujar Zidane dalam konferensi pers perdananya.

Dampak pada Liga Prancis

Penunjukan Zidane juga menjadi angin segar bagi sepak bola Prancis. Banyak yang berharap hal ini akan meningkatkan popularitas Ligue 1 dan memotivasi pemain muda untuk terus berkembang. Selain itu, ketenaran Zidane diyakini bisa menarik lebih banyak sponsor dan hak siar untuk kompetisi domestik.

Di sisi lain, kehadiran Zidane di timnas bisa menjadi magnet bagi pemain keturunan Prancis yang bermain di luar negeri untuk tetap memilih membela Prancis daripada negara lainnya. Ini penting mengingat semakin banyaknya diaspora yang menjadi pemain berkualitas.

Harapan yang Tinggi

Dengan pengalaman dan reputasi yang ia miliki, Zidane memang layak mendapat kepercayaan besar. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ia akan menghadapi tekanan tinggi, terutama dari media dan publik yang selalu membandingkan dengan era Deschamps. Namun, mantan pemain Juventus itu terbiasa dengan tekanan dan justru tampil lebih baik ketika menghadapi ekspektasi besar.

Saat ditanya tentang target realistis, Zidane menjawab dengan tenang, "Saya tidak suka berbicara tentang target. Saya hanya ingin bekerja keras, membangun tim yang solid, dan saya yakin hasil akan mengikuti."

Penutup

Penunjukan Zinedine Zidane sebagai pelatih timnas Prancis adalah momen bersejarah yang patut disambut gembira oleh semua pecinta sepak bola. Dengan segala kemampuan dan prestasinya, Zidane memiliki peluang besar untuk menulis babak baru kesuksesan Les Bleus. Sudah pasti, seluruh mata akan tertuju pada setiap langkahnya, dan kita semua berharap ia mampu mewujudkan mimpi membawa Prancis berjaya di pentas dunia.

Sementara para penggemar menanti aksi pertamanya di lapangan, satu hal yang jelas: era Zidane telah dimulai, dan itu adalah kabar baik bagi sepak bola Prancis dan dunia.

By qnesx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *