Final Piala Dunia 2026 telah ditentukan. Argentina memastikan diri melaju ke partai puncak setelah menaklukkan Inggris dengan skor 2-1 pada babak semifinal, Rabu (19/7/2026). Kini, tim asuhan Lionel Scaloni akan berhadapan dengan Spanyol yang tampil trengginas sepanjang turnamen. Pertandingan final akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 15.00 waktu setempat, disiarkan langsung oleh Fox dan Telemundo.
Spanyol: Mesin Pertahanan yang Hampir Sempurna
Spanyol melaju ke final setelah menekuk Prancis 2-0 di semifinal. Kemenangan ini menjadi bukti betapa dominannya La Roja di turnamen ini. Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol hanya kebobolan satu gol, sementara mencetak 13 gol ke gawang lawan. Pertahanan mereka sangat solid, bahkan Prancis yang memiliki lini serang paling berbakat hanya mampu menghasilkan xG sebesar 0,31 dalam pertandingan semifinal.
Dominasi Spanyol bukanlah fenomena baru. Tim asuhan Luis de la Fuente ini juga tampil sempurna di Euro 2024 dengan menyapu bersih kemenangan, termasuk mengalahkan Kroasia, Italia, Jerman, Prancis, dan Inggris dalam perjalanan menuju gelar juara. Bintang muda Lamine Yamal menjadi magnet tersendiri. Pemain sayap berusia 19 tahun itu tercatat belum pernah kalah sebagai starter di turnamen besar bersama Spanyol. Kombinasi pengalaman dan talenta muda membuat Spanyol tampil sangat berbahaya.
Argentina: Mentalitas Pantang Menyerah dan Kejeniusan Messi
Argentina datang ke final dengan semangat yang tak kalah berkobar. Semifinal melawan Inggris menjadi bukti nyata mentalitas baja yang dimiliki tim juara bertahan ini. Tertinggal lebih dulu, Argentina mampu membalikkan keadaan melalui dua gol di babak kedua yang dipersembahkan oleh Julian Alvarez dan Lautaro Martinez. Kunci kebangkitan Argentina tak lepas dari peran Lionel Messi.
Meski usianya sudah 39 tahun, Messi masih menjadi pemain terbaik di turnamen ini. Ia memimpin daftar pencetak gol dengan 8 gol, serta mencatatkan 4 assist. Dua assistnya di semifinal menjadi bukti bahwa magis Messi belum pudar. Ia mampu menjadi pengatur serangan sekaligus eksekutor yang mematikan. Kehadiran Messi di lapangan memberikan efek psikologis yang besar bagi lawan. Ia adalah pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan hanya dalam sekejap.
Tim Argentina juga menunjukkan kedalaman skuad yang patut diacungi jempol. Pemain seperti Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Julian Alvarez tampil konsisten. Di lini belakang, duet Cristian Romero dan Nicolas Otamendi semakin solid. Meski sempat goyah di awal turnamen, Argentina berhasil bangkit dan menunjukkan kualitas juara.
Taktik: Dua Gaya Bermain yang Kontras
Pertandingan final nanti akan mempertemukan dua filosofi yang berbeda. Spanyol mengandalkan penguasaan bola dan tekanan tinggi untuk mengontrol permainan. Mereka kerap mematikan kreativitas lawan dengan pressing ketat sejak lini depan. Sementara itu, Argentina lebih fleksibel, mampu bermain menunggu dan menyerang balik cepat dengan memanfaatkan kecepatan sayap dan pergerakan Messi.
Bentrokan antara penguasaan bola Spanyol dan kreativitas Argentina menjadi daya tarik tersendiri. Spanyol perlu mewaspadai transisi cepat Argentina yang bisa menjadi ancaman serius. Argentina harus bisa memecah kebuntuan saat melawan pertahanan rapat Spanyol. Pertarungan di lini tengah antara Rodri dan Enzo Fernandez diprediksi akan menjadi kunci.
Fakta Menarik
- Ini adalah final Piala Dunia keempat bagi Argentina. Mereka telah memenangkan tiga gelar sebelumnya (1978, 1986, dan 2022).
- Spanyol hanya sekali merasakan gelar juara dunia, yaitu pada 2010 di Afrika Selatan.
- Messi telah menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen ini dengan 8 gol, menyamai catatan Harry Kane di Piala Dunia 2018.
- Lamine Yamal bisa menjadi pemain termuda yang tampil di final Piala Dunia jika ia dimainkan.
Prediksi
Pertandingan ini benar-benar sulit ditebak. Spanyol memiliki catatan pertahanan yang mengesankan dan kebiasaan mematikan harapan lawan. Namun, Argentina memiliki Lionel Messi, yang selalu tampil gemilang saat timnya membutuhkan. Jika Messi dalam performa terbaiknya, Argentina bisa mengalahkan tim mana pun.
Kedua tim sama-sama memiliki kelemahan. Spanyol kadang kesulitan menghadapi tim yang bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat. Argentina harus mampu memanfaatkan celah di lini belakang Spanyol. Sementara Argentina kadang lengah di awal pertandingan, yang bisa dimanfaatkan Spanyol.
Terlepas dari itu, final ini akan menjadi tontonan kelas atas. Dua kekuatan sepak bola dunia akan saling berhadapan untuk memperebutkan trofi paling bergengsi. Argentina ingin mempertahankan gelar keempat kalinya, sementara Spanyol ingin mengulangi kesuksesan 2010.
Penutup
Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol bukan hanya pertarungan taktik, tetapi juga pertarungan warisan. Bagi Messi, ini adalah kesempatan untuk mengukuhkan statusnya sebagai pemain terhebat sepanjang masa dengan gelar juara dunia kedua. Bagi Spanyol, mereka ingin menunjukkan bahwa generasi emas mereka belum berakhir. Apapun hasilnya, sepak bola akan menjadi pemenangnya. Para penggemar di seluruh dunia sudah tidak sabar menantikan pertandingan yang akan menjadi sejarah ini.
