Logo UEFA dan FIFA dengan latar belakang stadion sepak bola

Badan sepak bola Eropa, UEFA, telah mengirimkan peringatan keras kepada FIFA mengenai potensi tuntutan hukum terkait rencana kontroversial presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjual sebagian keuntungan Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana yang gagal tersebut memicu kemarahan global dan kini UEFA siap membawa masalah ini ke ranah hukum.

Rencana Gagal yang Memicu Kemarahan

Rencana yang dijuluki FIFA Forward Enterprise (FFE) ini bertujuan mengumpulkan dana sebesar $4,2 miliar dari investor, termasuk perusahaan investasi New York milik Joshua Kushner. Usulan yang dirahasiakan ini baru terungkap setelah media melaporkannya, dan langsung menimbulkan gelombang protes dari berbagai pihak. UEFA menjadi salah satu penentang paling vokal, bahkan sempat mengancam akan memboikot seluruh acara dan kompetisi FIFA selama rencana tersebut masih aktif.

Pada akhir pekan lalu, Infantino akhirnya menarik mundur proposal yang dinilai kontroversial ini. Namun, UEFA tidak tinggal diam. Mereka kini secara resmi mempertimbangkan langkah hukum, arbitrase, atau pengaduan regulasi terkait rencana yang hampir merugikan tata kelola sepak bola dunia.

Surat Peringatan dari Pengacara UEFA

Surat dari firma hukum Dechert yang berbasis di New York, tertanggal Jumat lalu, telah dilihat oleh Associated Press. Surat tersebut menyebutkan 18 eksekutif FIFA yang diminta untuk menyimpan data, dokumen, dan pesan elektronik sebagai barang bukti potensial. Nama-nama tersebut termasuk Infantino sendiri, kepala keuangan FIFA Thomas Peyer, dan Arsène Wenger yang menjabat sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA.

Dalam suratnya, UEFA memberikan peringatan formal bahwa penghancuran, penghapusan, perubahan, penyembunyian, atau kehilangan materi yang relevan setelah menerima pemberitahuan ini dapat dianggap sebagai perusakan barang bukti. Pengacara UEFA, Andrew J. Levander, menulis bahwa proses hukum "cukup dapat diantisipasi" mengingat keyakinan para pemangku kepentingan sepak bola bahwa rencana tersebut "secara fundamental tidak sesuai dengan tata kelola sepak bola yang baik."

Mencari Kandidat Alternatif untuk Kursi Presiden FIFA

Asosiasi Sepak Bola Swedia mengkonfirmasi bahwa UEFA sedang aktif mencari "kandidat alternatif" untuk menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan pada Maret tahun depan. Pada hari Sabtu, UEFA menyatakan ingin mengakhiri masa kepresidenan Infantino yang telah berlangsung selama satu dekade, dengan mengatakan bahwa ia telah kehilangan kepercayaan dari sepak bola dunia dan "tidak ada opsi yang boleh diabaikan."

Rencana FFE yang ditarik mundur itu menawarkan pembayaran satu kali sebesar $20 juta kepada masing-masing dari 211 federasi anggota FIFA, dengan tenggat waktu pertengahan September untuk menerima tawaran tersebut. Nilai FFE ditaksir mencapai $20 miliar oleh FIFA dan akan mengambil alih kendali operasi komersial dan turnamen FIFA hingga setidaknya tahun 2038. Rencana ini juga menjanjikan peningkatan dana pembangunan lebih dari dua kali lipat untuk 211 anggota yang sebenarnya sudah memiliki badan not-for-profit yang berbasis di Zurich tersebut.

Proyek ini disebut-sebut sebagai gagasan satu orang, yaitu kepala operasional FIFA, Kevin Lamour. Dalam pernyataannya yang tajam, Lamour mengungkapkan bahwa staf merasa tertipu oleh bos mereka, Infantino.

Oposisi Terhadap Infantino

UEFA memang menjadi salah satu penentang paling vokal terhadap mantan karyawannya itu. Namun, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan CONCACAF, badan sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, juga telah mengeluarkan pernyataan kuat yang menentang rencana Infantino. Sementara itu, Infantino masih mendapat dukungan kuat dari basis tradisionalnya di Afrika, dan CONMEBOL Amerika Selatan mengandalkannya untuk memperluas Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim dari 48 tim. Hal ini akan memberikan lebih banyak pertandingan tuan rumah kepada Argentina, Uruguay, dan Paraguay, negara asal presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez.

Nasib Infantino yang Tidak Pasti

Jalan Infantino untuk mempertahankan posisinya yang telah dipegangnya selama 10,5 tahun terlihat tidak jelas. Pada hari Senin, ia dilaporkan berada di New York untuk mencari dukungan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, sekutu dekatnya, mungkin melalui panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Namun, asisten menteri luar negeri untuk urusan global, Dylan Johnson, membantah adanya rencana panggilan tersebut melalui media sosial.

Perubahan Nasib yang Drastis

Rencana ekuitas swasta ini telah memicu perubahan nasib yang mengejutkan bagi Infantino sejak terungkap oleh The Times of London pada Selasa lalu. Pria berusia 56 tahun itu meninggalkan New York setelah final Piala Dunia dua minggu lalu, tampak seperti akan terpilih kembali tanpa lawan pada bulan Maret untuk masa jabatan keempat dan terakhir hingga 2031. Namun, operasi spin-off tersebut bisa menciptakan peran seperti komisaris untuknya setelah 2031, dengan bayaran yang jauh lebih besar dari gaji tahunannya saat ini sebesar $6 juta.

FIFA sempat memberi tahu Piala Dunia bahwa Infantino telah mendapatkan surat dukungan dari sekitar 200 dari 211 federasi anggota. Namun, surat-surat tersebut sekarang kemungkinan besar akan ditarik kembali di seluruh Eropa, dengan federasi Wales menjadi yang pertama mengumumkan pembatalannya. Batas waktu pendaftaran kandidat adalah 18 November, untuk pemilihan yang akan diadakan tepat empat bulan kemudian di Maroko, salah satu sekutu terkuat Infantino dan tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 dengan Spanyol dan Portugal.

Penutup

Ancaman hukum dari UEFA ini menambah tekanan besar terhadap Infantino yang sedang terpuruk. Dengan mundurnya rencana FFE, posisi Infantino semakin rapuh, dan langkah UEFA untuk mencari kandidat tandingan menunjukkan bahwa oposisi terhadap kepemimpinannya semakin menguat. Dunia sepak bola kini menantikan langkah selanjutnya, baik dari FIFA maupun UEFA, dalam kisah yang penuh liku ini. Satu hal yang pasti, tata kelola sepak bola global akan menjadi sorotan utama hingga pemilihan presiden FIFA pada Maret tahun depan.

By qnesx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *