Kekalahan Tipis di Stadium of Light
AZ Alkmaar harus mengawali perjalanan mereka di Liga Europa dengan hasil mengecewakan. Bertandang ke Stadium of Light, klub Belanda itu tumbang 0-1 dari Sunderland pada laga yang berlangsung Rabu. Gol tunggal tuan rumah lahir dari titik penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Enzo Le Fée.
Kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri bagi AZ, mengingat mereka datang sebagai juara Piala Belanda. Namun, Sunderland yang untuk pertama kalinya kembali tampil di kompetisi Eropa sejak 1973 tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Babak Pertama yang Berjalan Ketat
AZ sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Setelah Le Fée kehilangan bola, Ro-Zangelo Daal mendapat kesempatan emas untuk melaju sendirian menuju gawang Sunderland. Sayangnya, peluang tersebut tidak berbuah gol karena kiper Robin Roefs mampu melakukan penyelamatan penting dengan kakinya.
Peluang lain datang melalui sundulan Mexx Meerdink yang masih melambung jauh. Setelah itu, Sunderland mulai mengambil alih kendali permainan. Jari De Busser, penjaga gawang AZ, dipaksa bekerja keras menghadapi serangan bertubi-tubi dari Le Fée, Nordi Mukiele, dan Kevin Danso.
Menjelang akhir babak pertama, pertandingan berubah menjadi adu serang. Le Fée sempat membentur tiang dan jaring samping gawang. Trai Hume melepaskan tembakan yang melenceng tipis, sementara Danso hampir saja mengarahkan bola tembakan Granit Xhaka menjadi gol. AZ patut bersyukur bisa menutup babak pertama tanpa kebobolan.
Peluang di Awal Babak Kedua
Memasuki babak kedua, AZ kembali tampil menjanjikan. Setelah rangkaian aksi yang apik, tembakan Kees Smit hanya menyimpang tipis dari gawang. Namun, setelah momen itu, inisiatif permainan kembali dikuasai Sunderland.
Wilson Isidor melepaskan percobaan yang masih melenceng, sedangkan Hume kembali mengancam lewat aksi individu. De Busser sekali lagi menunjukkan ketangguhannya dengan menggagalkan peluang Sunderland. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan tuan rumah.
Gol Penalti yang Menentukan
Gol yang sudah lama terasa di udara akhirnya tercipta setelah pertandingan berjalan lebih dari satu jam. Sunderland mendapatkan hadiah penalti setelah Weslley Patati melanggar Le Fée di kotak terlarang. Le Fée yang menjadi korban pelanggaran itu sendiri maju sebagai eksekutor dan sukses menjalankan tugasnya.
Keunggulan 1-0 itu membuat Sunderland semakin percaya diri. Di sisi lain, AZ berusaha keras memburu gol penyeimbang. Beberapa peluang sempat didapat melalui Daal, Valdemar Byskov, dan Meerdink. Sayangnya, tidak ada satu pun yang berhasil mengubah skor.
Pergantian Pemain dan Upaya Terakhir
Sunderland mencoba menambah keunggulan dengan memasukkan Brian Brobbey dan Nilson Angulo sebagai pemain pengganti. Keduanya memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan, tetapi gagal memanfaatkannya. Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Bagi Sunderland, kemenangan ini menjadi awal yang positif dalam kembalinya mereka ke pentas Eropa setelah absen selama lebih dari lima dekade. Sementara AZ harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang di fase berikutnya.
Catatan Susunan Pemain
Sunderland memilih Robin Roefs sebagai starter di bawah mistar, sementara Brian Brobbey harus puas memulai laga dari bangku cadangan. Di kubu AZ, Ayoub Oufkir dan Kees Smit yang telah pulih dari cedera langsung masuk ke starting XI. Kondisi itu membuat Calvin Stengs dan Dave Kwakman harus tersisih dari formasi awal.
Kesimpulan
Kekalahan tipis ini menjadi pelajaran berharga bagi AZ Alkmaar. Meski mampu menciptakan beberapa peluang, mereka gagal memaksimalkan momen krusial, terutama di awal pertandingan. Sunderland membuktikan bahwa pengalaman pertama di Eropa sejak 1973 tidak menyurutkan semangat mereka untuk meraih hasil maksimal.
Bagi Le Fée, malam itu menjadi miliknya. Gol penalti yang ia eksekusi sendiri menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat. AZ harus menerima kenyataan pahit, sementara Sunderland merayakan kemenangan bersejarah di hadapan pendukung sendiri.
