Insiden menegangkan terjadi pada laga pekan ke-23 Brasileirão antara Santos dan Vasco da Gama, Minggu (16/8) malam waktu setempat. Sebelum pertandingan dimulai, saat sesi saling sapa antarpemain, gelandang Vasco, Thiago Mendes, dengan sengaja mengabaikan uluran tangan Neymar. Momen itu terekam kamera dan langsung viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Neymar yang tengah berjalan menyusuri barisan pemain Vasco mengulurkan tangan kepada Mendes. Namun, Mendes justru memalingkan wajah dan terus berjalan tanpa menghiraukan. Reaksi Neymar pun langsung terlihat: ia menatap tajam ke arah Mendes dengan ekspresi kesal sebelum melanjutkan langkahnya.
Kejadian ini bukanlah hal baru dalam hubungan keduanya. Ketegangan antara Neymar dan Mendes telah berlangsung lama, berakar dari sebuah insiden di masa lalu. Pada tahun 2020, saat keduanya masih sama-sama bermain di Ligue 1, Mendes yang kala itu membela Lille melakukan tekel keras terhadap Neymar yang memperkuat Paris Saint-Germain (PSG). Tebasan tersebut berbuah kartu merah langsung bagi Mendes dan membuat Neymar mengalami cedera. Usai laga, Mendes sempat menyampaikan permintaan maaf, namun insiden itu tetap menyisakan luka dan memancing kemarahan publik. Bahkan, Mendes sempat menerima ancaman pembunuhan akibat aksinya tersebut.
Ketegangan kembali memuncak pada Februari lalu, ketika Santos bertemu klub Mendes saat itu, yakni Lyon? Tidak, sumber yang ada menyebut pertemuan antara klub mereka masing-masing. Dalam duel yang berlangsung sengit itu, Neymar dan Mendes terlibat adu mulut. Saat jeda babak pertama, Neymar melontarkan kritik pedas terhadap Mendes dalam wawancara dengan SporTV, yang kemudian dikutip ESPN. Neymar menyebut Mendes sebagai "orang bodoh" dan menuduhnya selalu ingin membuat keributan serta berlagak jagoan.
"Dia pernah melukai saya di PSG," ujar Neymar saat itu. "Dia mengancam saya hari ini, jadi mari kita lihat apakah dia cukup berani untuk melukai saya lagi." Pernyataan tersebut tentu saja memicu reaksi berantai. Kata-kata Neymar sepertinya sampai ke telinga Mendes dan membuat hubungan keduanya semakin merenggang. Jabat tangan yang diabaikan pada Minggu kemarin tampaknya merupakan buntut dari rasa kesal Mendes terhadap komentar Neymar di masa lalu.
Namun, di atas lapangan, Neymar berhasil membalas dengan cara yang lebih elegan. Ia tampil sebagai motor serangan Santos dan membantu timnya meraih kemenangan telak 3-0 atas Vasco. Gol-gol kemenangan Santos dicetak oleh Gabriel Barbosa pada menit ke-68, disusul Willian Arão pada menit ke-77, dan Luan Peres pada menit ke-81. Ketiga gol tersebut memastikan tiga poin penting bagi Santos yang sedang berjuang naik klasemen.
Dengan hasil ini, Santos kini menduduki peringkat ke-14 dengan koleksi 25 poin, sementara Vasco justru terpuruk di posisi ke-19, yang merupakan zona degradasi. Kekalahan ini makin memperburuk situasi Vasco yang tengah berjuang keluar dari jerat degradasi.
Momen jabat tangan yang diabaikan tersebut tentu menjadi sorotan tersendiri di tengah hiruk-pikuk kompetisi. Bagi sebagian pengamat, ini menunjukkan bahwa rasa permusuhan antara kedua pemain belum sepenuhnya reda. Bahkan, kejadian ini bisa menjadi bumbu tersendiri untuk pertemuan-pertemuan berikutnya antara Santos dan Vasco, atau antara Neymar dan Mendes, baik di level klub maupun tim nasional.
Perlu dicatat, Neymar memang dikenal sebagai pemain yang emosional dan kerap terlibat insiden di lapangan. Namun, di sisi lain, ia juga punya sisi sportif yang kerap kali menunjukkan respek terhadap lawan. Sikap dingin Mendes kali ini jelas mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan setim dan pelatih Santos. Mereka menganggap perilaku Mendes tidak pantas dan tidak mencerminkan semangat sportivitas.
Sementara itu, kondisi klasemen membuat laga ini penting bagi kedua tim. Santos ingin menjauh dari zona bahaya, sementara Vasco berusaha keluar dari dasar klasemen. Meski hasil akhir tidak berpihak pada Vasco, insiden antara Neymar dan Mendes justru menjadi perbincangan hangat yang melebihi hasil pertandingan itu sendiri.
Ke depannya, banyak yang bertanya-tanya apakah hubungan kedua pemain ini akan membaik atau justru semakin memanas. Dalam dunia sepak bola, persaingan memang wajar, tetapi rasa hormat antarsesama pemain adalah hal yang utama. Momen jabat tangan yang diabaikan itu bisa menjadi pengingat bahwa rivalitas yang berlebihan hanya akan merusak citra olahraga itu sendiri.
Bagi Neymar, kejadian ini mungkin menjadi motivasi tambahan untuk terus tampil apik dan membuktikan kualitasnya di atas lapangan. Ia telah menunjukkan kematangan dengan tidak terpancing emosi setelah diabaikan, dan justru tampil cemerlang membawa timnya menang. Ini adalah sikap yang patut dicontoh oleh pemain muda lainnya.
Di sisi lain, Thiago Mendes harus belajar mengelola emosinya dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih dewasa. Mengabaikan jabat tangan lawan justru dapat memicu kontroversi dan kesan negatif, baik di mata publik maupun sesama pemain. Sepak bola seharusnya menjadi ajang menunjukkan bakat, bukan pertengkaran.
Bagaimanapun juga, insiden ini telah menjadi bagian dari cerita panjang persaingan antara Neymar dan Mendes. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manapun mengenai rencana rekonsiliasi atau permintaan maaf. Yang jelas, momen jabat tangan dingin ini akan terus diingat oleh para penggemar, setidaknya sampai pertemuan berikutnya antara kedua tim terjadi.
Sementara itu, kompetisi Liga Brasil masih berjalan sengit. Santos berharap dapat terus meraih hasil positif untuk memperbaiki posisi, sementara Vasco harus segera bangkit untuk menghindari degradasi. Terlepas dari drama di luar lapangan, yang terpenting adalah permainan tetap berjalan dengan adil dan menarik untuk ditonton. Semoga ke depannya, insiden semacam ini tidak lagi mewarnai sepak bola Brasil yang sesungguhnya penuh gairah dan sportivitas.
