Kylian Mbappe, bintang timnas Prancis, mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Les Bleus harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 2-0 pada laga semifinal yang digelar Selasa (14/7/2026) waktu setempat. Kekalahan ini memupus mimpi Prancis untuk lolos ke final untuk pertama kalinya di era Mbappe.
"Seperti semua orang, saya sangat kecewa," ujar Mbappe kepada stasiun televisi Prancis M6, seperti dikutip dari World Soccer Talk. "Ini adalah mimpi bagi kami untuk mencapai final, memberi negara kami kesempatan untuk bermimpi, membuat sejarah… Sekarang, kami harus menghadapinya dengan kepala tegak. Ada rasa kecewa yang luar biasa; saya hampir tidak bisa menemukan kata-kata untuk itu. Kami harus mengangkat kepala, pergi berlibur, dan memulai lagi. Sepak bola tidak menunggu siapa pun. Hal-hal lain akan dipertaruhkan di level klub dan internasional."
Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu favorit juara. Tim asuhan Didier Deschamps sebelumnya tampil mengesankan di turnamen-turnamen besar. Namun, pada semifinal kali ini, mereka gagal menunjukkan permainan terbaik. Spanyol unggul cepat di babak kedua melalui penalti Mikel Oyarzabal dan gol Pedro Porro, membuat Prancis kesulitan mengejar ketertinggalan.
Penampilan Mbappe di Piala Dunia 2026
Meskipun gagal membawa Prancis ke final, Mbappe tetap menjadi salah satu pemain terbaik di turnamen ini. Penyerang berusia 27 tahun itu berhasil mencetak delapan gol sepanjang Piala Dunia 2026, menyamai catatan Lionel Messi sebagai topskor sementara. Gol-golnya tersebut menjadi bukti ketajamannya di depan gawang.
Dalam laga melawan Spanyol, Mbappe mencatatkan tiga percobaan tembakan dan memenangkan lima duel. Sayangnya, usahanya belum cukup untuk menjebol gawang lawan yang dijaga dengan baik oleh Unai Simon.
Perjalanan Mbappe di Piala Dunia memang penuh warna. Pada edisi 2018, ia sukses mengantarkan Prancis juara dunia. Empat tahun kemudian, ia tampil gemilang dengan hat-trick di final melawan Argentina, meski akhirnya kalah adu penalti. Kini, untuk pertama kalinya dalam kariernya, ia gagal melangkah ke partai puncak.
Analisis Kekalahan Prancis
Kekalahan dari Spanyol ini menjadi pukulan berat bagi skuat Prancis. Sepanjang turnamen, mereka tampil cukup solid, namun pada laga semifinal, permainan mereka kurang efektif. Les Bleus hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dari total tujuh percobaan, meskipun mendapatkan tujuh tendangan sudut.
Spanyol, di sisi lain, tampil efisien. Gol dari titik putih yang dieksekusi Oyarzabal dan tendangan keras Porro sudah cukup untuk mengamankan tiket ke final. Pertahanan Spanyol yang disiplin membuat lini serang Prancis, yang diisi nama-nama seperti Mbappe, Antoine Griezmann, dan Ousmane Dembele, kesulitan menembus.
Masa Depan Mbappe dan Prancis
Kegagalan ini tentu menjadi pembelajaran berharga bagi Mbappe dan rekan-rekannya. Seperti yang dikatakannya, sepak bola tidak menunggu siapa pun. Setelah jeda musim panas, Mbappe akan kembali fokus ke level klub, di mana ia akan membela Real Madrid. Namun, ambisinya bersama timnas Prancis belum berakhir.
Prancis masih memiliki banyak turnamen bergengsi di depan mata, seperti Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030. Dengan usia Mbappe yang masih 27 tahun, ia masih memiliki waktu panjang untuk membawa negaranya meraih gelar lagi.
"Kami akan belajar dari kekalahan ini," tambah Mbappe. "Kami harus bangkit dan kembali lebih kuat. Ini bukan akhir dari segalanya."
Sementara itu, Spanyol akan melawan Argentina di final Piala Dunia 2026, sebuah duel yang dinanti-nanti penggemar sepak bola dunia. Bagi Prancis, musim panas ini akan menjadi waktu untuk refleksi dan persiapan menuju tantangan berikutnya.
