Kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi, menyambut baik rencana pencabutan larangan suporter tandang yang digulirkan PSSI. Menurutnya, regulasi ini akan menyatukan suporter seluruh Indonesia dan membantu perkembangan sepak bola Tanah Air.
Larangan Suporter Tandang Bakal Dicabut
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa larangan suporter tandang akan dicabut dalam waktu dekat. Regulasi yang berlaku sejak Oktober 2022 ini diterapkan setelah peristiwa kelam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada awal Oktober 2022. Kala itu, laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir tragis dengan korban jiwa sebanyak 135 suporter. FIFA pun memberikan hukuman dengan memperketat regulasi suporter di sepak bola Indonesia.
Hampir empat tahun berlalu, PSSI membuka peluang untuk melonggarkan aturan tersebut. Federasi sepak bola Indonesia itu akan berkomunikasi dengan FIFA agar aturan tersebut dicabut. Kemungkinan besar, pelonggaran akan dimulai pada perhelatan turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Turnamen ini akan diikuti klub-klub besar Indonesia seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema FC, dan Persebaya Surabaya, yang akan digelar pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Respons Positif Ernando Ari
Ernando Ari pun menyambut positif rencana pelonggaran tersebut. Kiper berusia 24 tahun itu mengatakan bahwa ketiadaan aturan ini akan membuat persaingan semakin seru serta membuka peluang perdamaian antarsuporter.
"Kalau saya seru-seru. Jadi apa ya, serem aja tiap liga. Apalagi ketemu Persija, Persib, terus juga saya, Persebaya, Arema, oh itu adrenalinnya lebih tinggi lagi. Karena yang dipikirkan bukan cuma sepak bola; kalau menang aduh, kalau kalah aduh," kata Ernando kepada awak media di Senayan, Jakarta pada Senin (6/7/2026).
Baginya, kehadiran suporter tandang akan menambah tensi dan gairah pertandingan. Atmosfer stadion akan lebih hidup, dan para pemain akan lebih termotivasi untuk tampil maksimal di hadapan pendukung lawan.
Manfaat untuk Sepak Bola Indonesia
Pencabutan larangan suporter tandang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi sepak bola Indonesia. Selain memperkuat rivalitas yang sehat antara klub, juga dapat mempererat persaudaraan antar suporter. Dengan adanya suporter tandang, pertandingan akan lebih menarik dan kompetitif.
Ernando juga menekankan bahwa sepak bola adalah milik semua orang, termasuk suporter. "Suporter adalah bagian penting dari sepak bola. Mereka yang membuat atmosfer stadion menjadi hidup. Tanpa mereka, pertandingan terasa hambar," ujarnya.
Antisipasi Keamanan
Meski demikian, pencabutan larangan ini juga membutuhkan persiapan matang dari segi keamanan. PSSI bersama klub dan kepolisian harus memastikan bahwa pertandingan berjalan aman dan kondusif. Pengalaman dari tragedi Kanjuruhan harus menjadi pelajaran berharga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Ernando berharap semua pihak dapat bekerja sama demi keselamatan bersama. "Yang terpenting adalah keselamatan. Kita harus belajar dari masa lalu. Jangan sampai ada lagi korban jiwa. Sepak bola harus tetap menyenangkan dan aman untuk semua," imbuhnya.
Harapan Bonek dan Suporter Lain
Kabar ini tentu disambut gembira oleh Bonek, suporter setia Persebaya. Sejak larangan berlaku, mereka tidak bisa mendukung tim kesayangan saat bertandang. Kini, dengan rencana pencabutan, mereka berharap bisa kembali memberikan dukungan langsung di stadion lawan.
Hal serupa juga dirasakan suporter klub lain. Kehadiran suporter tandang akan membuat persaingan Liga Indonesia semakin bergairah dan penuh warna.
Penutup
Rencana pencabutan larangan suporter tandang oleh PSSI menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia. Dukungan dari pemain seperti Ernando Ari menunjukkan bahwa atlet pun merindukan atmosfer penuh gairah dengan kehadiran suporter lawan. Semoga langkah ini dapat terwujud dengan baik dan membawa kemajuan bagi sepak bola nasional.
''Sepak bola tanpa suporter bagaikan sayur tanpa garam,'' kata Ernando menutup pernyataannya.
