Lois Openda, striker yang didatangkan Juventus dengan ekspektasi tinggi pada musim panas lalu, justru gagal memenuhi harapan. Performanya yang buruk membuatnya tidak masuk dalam rencana klub, namun ia tetap diminati sejumlah klub lain pada bursa transfer musim panas ini.
Gagal Bersinar di Juventus
Openda tiba di Turin pada musim panas 2025 dengan status pinjaman dari RB Leipzig. Kesepakatan itu mencakup kewajiban pembelian di akhir musim dengan total biaya €46 juta. Sayangnya, kepindahan tersebut tidak berjalan mulus. Pemain berkebangsaan Belgia itu hanya mampu mencetak dua gol dalam 34 pertandingan di semua kompetisi. Ia kesulitan mendapatkan menit bermain reguler dan akhirnya kehilangan tempat di skuad utama.
Menurut laporan Football Italia, performa Openda terus menurun. Ia bahkan belum mencetak gol sejak Desember 2025. Dalam 11 pertandingan terakhir musim ini, ia hanya bermain selama empat menit. Kondisi ini membuat Juventus harus memikirkan ulang masa depannya di klub.
Empat Klub Berminat
Meskipun gagal bersinar, Openda tetap menjadi incaran. Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa Juventus telah menerima empat permintaan informasi mengenai sang striker. Tiga di antaranya berasal dari klub Liga Prancis: Lens, Olympique Lyonnais, dan Rennes. Satu klub lainnya adalah Coventry City yang bermain di Championship Inggris.
Dengan biaya transfer yang sangat besar, penjualan permanen Openda tampaknya sulit terjadi saat ini. Juventus dikabarkan terbuka untuk opsi peminjaman dengan opsi pembelian. Hal ini memungkinkan klub peminat untuk mencoba Openda tanpa komitmen finansial yang besar.
Opsi Peminjaman Jadi Solusi
Langkah peminjaman menjadi solusi yang paling realistis. Klub-klub Prancis seperti Lens, Lyon, dan Rennes tentu berharap Openda bisa kembali ke performa terbaiknya di Ligue 1, kompetisi yang sudah dikenalnya. Sementara Coventry City, yang baru promosi ke Championship, berharap pengalaman Openda bisa membantu mereka bertahan di kasta kedua.
Juventus sendiri ingin segera melepas Openda untuk mengurangi beban gaji dan mendapatkan ruang untuk rekrutan baru. Dengan status pinjaman, mereka bisa menghemat biaya sambil tetap mempertahankan hak kepemilikan jika pemain tersebut bangkit.
Kesimpulan
Lois Openda menghadapi masa depan yang tidak menentu setelah musim debut yang buruk di Juventus. Namun, minat dari empat klub menunjukkan bahwa potensinya masih diakui. Peminjaman menjadi opsi terbaik bagi semua pihak: Juventus mengurangi beban, Openda mendapatkan kesempatan bermain, dan klub peminat bisa menguji kualitasnya tanpa risiko besar. Hingga bursa transfer ditutup, perkembangan situasi ini patut dinantikan.
