Folarin Balogun, striker AS, saat latihan USMNT menjelang laga Piala Dunia 2026

Folarin Balogun menjadi sorotan utama skuat Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT) di Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena performanya yang moncer, tetapi juga karena kartu merah kontroversial yang diterimanya. Keputusan FIFA yang membatalkan larangan bermain di babak 16 besar justru memicu polemik lebih besar, termasuk campur tangan politik dari Gedung Putih.

Euforia Berubah Menjadi Kekhawatiran

Striker AS yang bermain untuk Monaco itu mengaku awalnya senang saat larangan kartu merahnya dibatalkan. Namun, kegembiraan itu segera berubah menjadi kekhawatiran saat ia menyadari konsekuensi pada timnya.

"Reaksi awal saya senang bisa kembali ke tim, tapi saat mulai merenung, saya tahu ini akan menimbulkan kontroversi besar. Saya hampir bisa melihat rasa gugup di antara rekan setim karena ini hal yang unik," ujar Balogun dalam wawancara dengan "CBS Mornings", Selasa (18/7).

"Semakin dekat ke pertandingan, saya berusaha fokus sebaik mungkin, tapi itu sulit. Banyak suara dari luar yang sulit dihindari."

Keputusan perubahan hukuman terjadi sehari sebelum laga sengit AS melawan Belgia di babak 16 besar pada 6 Juli 2026. Belgia sebagai lawan bereaksi keras. Federasi Sepak Bola Belgia mengeluarkan pernyataan menentang putusan FIFA dan menyoroti kontradiksi dengan Kode Disiplin FIFA.

Campur Tangan Politik Trump

Kontroversi Balogun tak hanya menjadi perbincangan di dunia sepak bola, tetapi juga melebar ke ranah politik. Media melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino pada pertengahan pekan untuk meminta peninjauan kembali larangan tersebut. Kantor Trump kemudian mengonfirmasi keterlibatannya pada hari Senin, beberapa jam sebelum laga AS kontra Belgia.

"Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan, karena saya pikir itu bukan pelanggaran," kata Trump dalam briefing media di Gedung Putih. "Saya pikir itu hanya dua atlet hebat yang bertabrakan dan kusut. Itu bukan orang yang meninju wajah orang lain atau hal lain yang berbeda."

Trump menambahkan, "Jika mereka tidak mengizinkan pemain top, mungkin salah satu pemain terbaik di tim untuk bermain, saya pikir itu akan menjadi noda besar."

Trump juga mengaku tidak memerintahkan Infantino, dan percaya bahwa keputusan final diambil oleh komite. Namun, laporan kemudian mengungkapkan bahwa putusan penangguhan kartu merah Balogun dibuat sendiri oleh Ketua Disiplin FIFA Mohammad al-Kamali tanpa masukan dari 17 anggota komite lainnya. Kelompok yang menentang putusan tersebut mempertanyakan keputusan satu orang yang memengaruhi laga besar.

Perdebatan Soal Kartu Merah

Insiden bermula saat AS mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 32 besar. Balogun mendapat kartu merah dari wasit Raphael Claus karena menginjak kaki belakang bek Bosnia, Tarik Muharemović. Tampaknya itu terjadi secara tidak sengaja, dan pelanggaran bahkan tidak diberikan di lapangan hingga VAR turun tangan.

"Saya benar-benar kaget. Anda bisa lihat reaksi saya. Tapi ya, saya hanya harus menerima keputusan dan berusaha mendukung tim," ujar Balogun.

Ia tetap teguh bahwa ia tak layak mendapat kartu merah. "Kalau sesuatu tidak disengaja, seharusnya itu tidak pernah menjadi kartu merah. Jadi ini hanya situasi yang tidak menguntungkan, dan menurut saya itu memberi tekanan lebih dari yang kami butuhkan."

Tak semua pihak sepakat dengan Balogun. Mantan pelatih USMNT Bruce Arena menyebut aksi itu "berbahaya" dan setuju dengan hukuman awal. "Niat tidak penting," ujar Arena.

Dampak pada Performa Tim

AS tampil meyakinkan dengan tiga kemenangan dari empat laga awal Piala Dunia. Tapi saat melawan Belgia, mereka seperti tim yang berbeda. Kekalahan 4-1 membuat langkah mereka terhenti. Dengan atau tanpa Balogun, lini serang kesulitan mencetak gol. Kesalahan pertahanan membuat mereka tertinggal jauh.

Balogun, yang mencetak tiga gol di turnamen termasuk satu gol melawan Bosnia dan Herzegovina, gagal mencetak gol di laga itu.

Pelatih AS Mauricio Pochettino menolak mengaitkan kekalahan dengan gangguan di luar lapangan. Namun Balogun menjelaskan bahwa performa buruk tidak mencerminkan fokus tim.

"Dari dalam kamp dan tim, saya tahu kami berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan," ujarnya.

Hukuman Denda dan Dampak Positif

Balogun akhirnya didenda $40.000 untuk kartu merah tersebut, tapi tak ada larangan bermain tambahan. Kontroversi yang membayanginya justru mengangkat pamornya secara global. Ia baru saja dikabarkan bergabung dengan Klutch Sports Group, agensi yang didirikan oleh agen LeBron James, Rich Paul. Pengalaman di Piala Dunia ini membuatnya menghargai semangat tim.

"Luar biasa menjadi bagian dari ini. Saya benar-benar merasa kami bisa menyatukan negara," kata Balogun kepada "CBS Mornings".

"Itu adalah aspirasi saya dan tim sebelum berangkat, dan saya pasti merasakannya. Anda bisa lihat berapa banyak penggemar dan anak-anak muda yang terpikat olehnya. Seperti yang saya katakan, itu perasaan yang sangat istimewa menjadi bagian dari itu."

Pelajaran Berharga

Kisah Balogun di Piala Dunia 2026 menjadi pengingat bahwa sepak bola tak pernah lepas dari politik dan kontroversi. Sebuah insiden kecil di lapangan bisa memicu keputusan besar dari lembaga tertinggi dan bahkan presiden sebuah negara. Namun di tengah semua hiruk-pikuk itu, Balogun memilih untuk tetap tenang dan fokus pada yang bisa ia kontrol.

Bagi USMNT, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 memang berakhir lebih awal dari yang diharapkan. Namun kehadiran pemain seperti Balogun memberi harapan untuk masa depan. Dengan bakat dan kematangan yang ia tunjukkan, bukan tidak mungkin ia akan menjadi andalan timnas AS di turnamen-turnamen mendatang. Pengalaman kontroversial ini, betapapun pahitnya, pasti akan membentuknya menjadi pemain yang lebih kuat.

Sumber

sports.yahoo.com

By qnesx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *