Andy Carroll saat memperkuat Newcastle United di St. James' Park pada Januari 2021.

Mantan penyerang Liverpool, Newcastle United, dan tim nasional Inggris, Andy Carroll, mengungkapkan dalam autobiografinya bahwa ia mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria pada tahun 2021. Pengakuan ini menjadi bagian dari buku berjudul 'Owning It' yang diterbitkan pada Kamis (26/9/2026). Dalam buku tersebut, Carroll, yang kini berusia 37 tahun, menceritakan secara rinci insiden yang terjadi di rumahnya di Newcastle, yang mengakibatkan pelaku dilaporkan dipenjara selama tiga tahun.

Pengakuan yang Mengguncang

Dalam kutipan yang dipublikasikan di media Inggris, Carroll menulis, "Sesuatu terjadi pada saya beberapa tahun lalu yang begitu traumatis sehingga saya baru memutuskan untuk memasukkannya ke dalam buku ini pada menit terakhir." Ia menambahkan, "Saya dilecehkan secara seksual, itu sudah saya katakan. Menakutkan bahkan untuk memikirkannya dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya sebelum ini."

Carroll mengaku sempat diliputi keraguan untuk membicarakan pengalaman tersebut. Setelah berdiskusi panjang dengan kekasihnya, Lou, ia akhirnya memutuskan untuk menuangkannya dalam buku. "Saya dan Lou menghabiskan banyak waktu untuk membahas apakah akan menyebutkannya di buku ini atau tidak," ujarnya. "Menakutkan untuk dibicarakan, tetapi itu membuat saya menjadi orang seperti sekarang ini, sama seperti hal-hal baik lainnya. Dan jika dengan membicarakannya dapat membantu satu orang saja, itu sudah cukup, akan sangat berarti."

Insiden yang Terjadi

Carroll menjelaskan bahwa serangan itu terjadi ketika seorang teman dari mantan pasangannya datang ke rumahnya untuk menonton pertandingan tinju dan berencana menginap. Pria yang disebut Carroll sebagai "teman selebriti" itu kemudian melakukan pelecehan. Carroll menceritakan bagaimana ia mengusir pria tersebut dari rumah dan kemudian "memukulnya hingga tak sadarkan diri" ketika pria itu mencoba masuk kembali. Setelah kejadian itu, Carroll menghubungi polisi.

Dampak Berkepanjangan

Trauma akibat insiden tersebut tidak hilang begitu saja. Carroll mengungkapkan bahwa apa yang dialaminya mempengaruhi setiap aspek hidupnya. "Apa yang terjadi pada saya mempengaruhi setiap sisi kehidupan saya. Saya memikirkannya setiap hari, membuat sulit untuk fokus pada hal lain, termasuk sepak bola," katanya. "Trauma dari apa yang terjadi pada saya belum hilang."

Karier yang Gemilang

Andy Carroll dikenal sebagai salah satu striker Inggris yang memiliki karier cemerlang. Ia mencuri perhatian saat memperkuat Newcastle United sebelum akhirnya pindah ke Liverpool pada Januari 2011 dengan biaya transfer 35 juta pounds (sekitar 46 juta dolar AS). Saat itu, ia menjadi pemain Inggris termahal dalam sejarah transfer Premier League. Ia juga sempat memperkuat West Ham United di Premier League dan mencetak dua gol untuk tim nasional Inggris, termasuk satu gol di Euro 2012.

Di penghujung karier profesionalnya, Carroll sempat bermain di Prancis bersama Amiens dan Bordeaux sebelum bergabung dengan klub non-liga Dagenham and Redbridge di Inggris, di mana ia mencetak enam gol pada musim lalu.

Keberanian untuk Berbicara

Keputusan Carroll untuk mengungkapkan pengalaman traumatisnya menuai dukungan dari berbagai pihak. Kisahnya menjadi pengingat bahwa pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja, termasuk figur publik. Dengan berbagi cerita, Carroll berharap dapat membantu orang lain yang mengalami hal serupa untuk tidak merasa sendirian dan berani mencari bantuan.

Autobiografi 'Owning It' tidak hanya membahas insiden tersebut, tetapi juga perjalanan karier Carroll dari awal hingga menjadi salah satu penyerang yang diperhitungkan di Inggris. Buku ini diterbitkan oleh penerbit ternama dan telah tersedia di toko-toko buku.

Pengakuan Carroll menjadi sorotan media internasional, mengingat dirinya adalah mantan pemain timnas Inggris yang memiliki reputasi baik di dunia sepak bola. Kasus ini juga menyoroti pentingnya dukungan bagi para korban pelecehan seksual, terutama di lingkungan olahraga yang sering kali menuntut ketangguhan mental.

Dengan membuka diri, Carroll tidak hanya mengungkap luka lama, tetapi juga menunjukkan keberanian yang luar biasa. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi orang lain untuk berani berbicara dan mencari keadilan.

Pada akhirnya, pengakuan Andy Carroll menegaskan bahwa di balik gemerlapnya dunia sepak bola, terdapat kisah manusiawi yang penuh liku. Trauma yang dialaminya tidak lantas membuatnya mundur, melainkan menjadi bagian dari perjalanan hidup yang ia terima dan bagikan kepada publik.

Autobiografi 'Owning It' menjadi bukti bahwa Carroll tidak hanya seorang pesepak bola, tetapi juga seorang penyintas yang berani mengangkat suara. Kisahnya mengingatkan kita bahwa di balik setiap pemain, ada kehidupan pribadi yang bisa jadi tidak mudah. Dan keberanian untuk berbicara adalah langkah awal menuju penyembuhan.

By qnesx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *