Lionel Messi, legenda sepak bola asal Argentina, secara resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional pada Senin, 1 September 2026. Keputusan ini diumumkan kurang dari dua bulan setelah Argentina menjadi runner-up Piala Dunia 2026. Dalam unggahan Instagram, Messi menulis, "Saya sudah memberikan segalanya; tidak ada lagi yang bisa saya berikan." Setelah 21 tahun membela tim Albiceleste, Messi mencatatkan 207 penampilan, 125 gol, dan berbagai gelar termasuk Piala Dunia 2022 dan Copa América. Berikut adalah lima momen penting yang mendefinisikan karier internasionalnya.
1. Final Piala Dunia 2014: Hampir Menggenggam Mimpi
Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Messi membawa Argentina hingga ke final. Namun, langkah mereka terhenti oleh Jerman dengan skor tipis 0-1. Messi, yang saat itu dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, harus menerima kenyataan pahit bahwa trofi Piala Dunia masih jauh dari genggamannya. Final ini menjadi awal dari serangkaian kegagalan Argentina di partai final yang dialami Messi pada periode emasnya.
2. Copa América 2015 dan 2016: Duka Beruntun
Argentina kembali mencapai final Copa América pada 2015 dan 2016. Pada kedua final tersebut, mereka harus mengakui keunggulan Chile melalui adu penalti. Pada 2016, Messi bahkan menjadi salah satu eksekutor yang gagal. Momen itu menjadi titik terendah dalam karier internasionalnya. Setelah final tersebut, Messi sempat mengumumkan pensiun untuk pertama kalinya, namun kemudian membatalkan keputusannya dan kembali memperkuat Argentina.
3. Copa América 2021: Akhir Kutukan
Setelah tiga kekalahan beruntun di final (2014, 2015, 2016), Messi akhirnya merasakan manisnya gelar bersama Argentina pada Copa América 2021. Argentina mengalahkan Brasil di final dengan skor 1-0. Ini adalah trofi pertama Messi bersama tim senior Argentina, mengakhiri puasa gelar selama 28 tahun. Messi juga menjadi pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik turnamen. Kemenangan ini menjadi titik balik yang mengangkat moral tim Argentina menuju kesuksesan berikutnya.
4. Piala Dunia 2022: Mahkota Sejati
Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi puncak karier internasional Messi. Argentina menjalani turnamen yang dramatis, termasuk kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi di laga pembuka. Namun, mereka bangkit dan melaju hingga final. Di final melawan Prancis, Messi mencetak dua gol dan sukses dalam adu penalti, membawa Argentina meraih trofi Piala Dunia ketiga mereka. Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, dan momen mengangkat trofi itu menjadi simbol kejayaan yang selama ini ia kejar.
5. Piala Dunia 2026: Perpisahan yang Mengharukan
Turnamen terakhir Messi bersama Argentina terjadi pada Piala Dunia 2026. Meski Argentina kembali melaju hingga final, mereka harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan lawan mereka. Messi, yang saat itu berusia 39 tahun, tetap tampil impresif meski usianya tidak muda lagi. Purnama turnamen itu menjadi panggung perpisahannya. Tak lama setelah itu, Messi mengumumkan pensiun, menandai berakhirnya era emas dalam sepak bola Argentina.
Warisan yang Abadi
Pensiunnya Messi bukan hanya kehilangan bagi Argentina, tapi juga dunia sepak bola. Berbagai tokoh, termasuk David Beckham, Gianni Infantino, dan rekan setimnya Lisandro Martinez, memberikan penghormatan. Beckham, pemilik Inter Miami, menyebut warisan Messi akan "hidup selamanya." Messi pun mendapat dukungan dari mantan pelatih dan pemain di seluruh dunia.
Namun, pensiunnya Messi menimbulkan pertanyaan besar bagi masa depan timnas Argentina. Pelatih Lionel Scaloni dan beberapa pemain senior lainnya juga berpotensi meninggalkan tim. Argentina butuh regenerasi dan pembangunan kembali tanpa ketergantungan pada satu pemain. Terlepas dari itu, jejak Messi dalam sejarah sepak bola Argentina tidak akan pernah terlupakan. Ia memberikan hadiah terbesar bagi negaranya berupa Piala Dunia, dan dengan itu, namanya akan selalu dikenang.
Penutup
Di akhir karier internasionalnya, Messi meninggalkan catatan yang mengesankan: 207 caps, 125 gol, dan sederet gelar. Namun, lebih dari itu, ia adalah sosok yang tidak pernah menyerah meski berkali-kali jatuh. Perjuangannya dari kegagalan demi kegagalan hingga akhirnya berdiri di puncak dunia adalah cerita yang menginspirasi jutaan orang. Sebagaimana kata Beckham, "Leo, kamu memberikan hadiah terbesar untuk negaramu, dan untuk itu, warisanmu akan hidup selamanya."
