Gedung FIFA di Zurich, Swiss, dengan latar logo FIFA

UEFA, badan sepak bola tertinggi di Eropa, tengah menyiapkan keluhan kriminal terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino di pengadilan Swiss. Langkah ini diambil menyusul rencana kontroversial Infantino untuk menjual sebagian keuntungan Piala Dunia kepada investor swasta, yang akhirnya gagal setelah mendapat kecaman luas.

Dalam dokumen pengadilan yang diajukan di Amerika Serikat, UEFA mengungkapkan niatnya untuk memproses secara kriminal dugaan mismanajemen keuangan oleh Infantino. Keluhan tersebut akan diajukan berdasarkan Pasal 158 KUHP Swiss tentang pengelolaan yang tidak sah atau merugikan.

Latar Belakang Rencana Penjualan yang Gagal

Pada akhir Juli lalu, FIFA mengumumkan rencana untuk menjual 20% saham anak perusahaan yang akan mengelola acara komersial FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada perusahaan investasi Thrive Capital Management milik Josh Kushner, adik ipar Presiden AS Donald Trump. Investasi tersebut bernilai 4,2 miliar dolar AS.

Namun, rencana ini menuai protes keras dari UEFA dan berbagai pemimpin sepak bola global lainnya. Mereka menilai nilai transaksi tersebut terlalu rendah dan tidak transparan. Infantino akhirnya membatalkan rencana itu pada 1 Agustus setelah tekanan yang semakin besar.

Tuduhan UEFA tentang Nilai yang Merugikan

Dalam dokumen setebal 56 halaman yang diajukan ke pengadilan Manhattan, pengacara UEFA menyatakan bahwa nilai 4,2 miliar dolar AS untuk 20% saham bisnis komersial FIFA adalah "harga yang curang dan di bawah pasar" yang dipromosikan Infantino untuk keuntungan pribadinya.

UEFA memperkirakan FIFA memiliki cadangan kas sekitar 5 miliar dolar AS setelah Piala Dunia 2026 di Amerika Utara yang menghasilkan pendapatan rekor 15 miliar dolar AS. Pertanyaannya, mengapa presiden FIFA merasa perlu mencari investor eksternal untuk mendanai program pembangunan, padahal FIFA jelas memiliki sumber daya yang cukup.

Langkah Hukum UEFA di Pengadilan AS

UEFA telah mengajukan permohonan ke pengadilan di Manhattan untuk mendapatkan akses terhadap bukti-bukti dari Thrive Capital Management. Selain itu, UEFA juga mengajukan permintaan serupa di Florida Selatan untuk mendapatkan izin pengumpulan bukti terkait FIFA yang memiliki kantor di Coral Gables, Miami.

Langkah ini diambil untuk memperkuat persiapan keluhan kriminal di Swiss. UEFA juga telah memperingatkan FIFA agar tidak menghancurkan atau menyembunyikan bukti-bukti yang berkaitan dengan rencana tersebut sejak 3 Agustus lalu.

Dampak pada Masa Depan Infantino

Krisis ini menjadi ujian terbesar bagi Infantino selama 10 tahun memimpin FIFA. Beberapa bulan lalu, ia diperkirakan akan dengan mudah memenangkan periode keempat dalam pemilihan FIFA pada Maret 2027. Namun kini, banyak federasi sepak bola, terutama di Eropa, mulai menarik dukungan mereka.

Beberapa federasi bahkan bergabung dengan UEFA dalam menyerukan Infantino untuk mundur, idealnya sebelum batas waktu pencalonan pada 18 November. UEFA sendiri berkomitmen untuk mencari kandidat alternatif yang berintegritas dan akuntabel jika Infantino tetap mencalonkan diri.

Catatan Buruk Penuntutan di Swiss

Kekhawatiran UEFA adalah apakah sistem peradilan Swiss mampu menangani kasus ini. Kantor jaksa agung Swiss memiliki catatan buruk dalam menuntut kasus korupsi yang melibatkan FIFA dan pejabat sepak bola. Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter, mantan Presiden UEFA Michel Platini, dan Nasser al-Khelaïfi dari PSG semuanya dua kali dibebaskan dalam persidangan di Swiss.

Namun, UEFA tampaknya bertekad untuk melanjutkan langkah ini. Mereka menegaskan bahwa keluhan tersebut bukan hanya untuk kepentingan UEFA, tetapi untuk melindungi integritas sepak bola dari niat buruk individu yang hanya mengejar keuntungan pribadi.

Reaksi FIFA dan Thrive

FIFA belum memberikan komentar resmi atas langkah UEFA ini. Sementara itu, Thrive Capital Management juga menolak berkomentar. Tidak jelas apakah mereka akan bekerja sama dengan pengadilan AS untuk memberikan bukti-bukti yang diminta UEFA.

Kesimpulan

Langkah UEFA untuk mengajukan keluhan kriminal terhadap Infantino menandakan eskalasi konflik antara badan sepak bola Eropa dan FIFA. Keputusan ini tidak hanya berdampak pada posisi Infantino, tetapi juga pada tata kelola sepak bola global. UEFA menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya untuk memastikan akuntabilitas dan integritas dalam organisasi sepak bola dunia.

Dengan adanya proses hukum ini, masa depan kepemimpinan FIFA menjadi semakin tidak pasti. Para pengamat sepak bola akan mencermati perkembangan kasus ini, dan apakah Infantino mampu bertahan menghadapi tekanan yang semakin besar dari UEFA dan federasi lainnya.

UEFA menyatakan akan terus berjuang untuk perubahan institusional yang nyata di FIFA. Mereka berharap langkah ini akan membuka jalan bagi tata kelola yang lebih baik, di mana kepentingan sepak bola ditempatkan di atas kepentingan pribadi segelintir orang.

By qnesx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *