Fenway Sports Group (FSG) resmi menyelesaikan penjualan saham minoritas di Liverpool FC kepada konsorsium yang melibatkan pendiri Amazon, Jeff Bezos, dan Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook. Pengumuman ini dikonfirmasi langsung oleh klub pada 15 Agustus 2026, menandai babak baru dalam struktur kepemilikan klub asal Merseyside tersebut.
Konsorsium yang diberi nama 1892 Holdings itu dipimpin dan dikelola oleh Amit Bhatia, dengan investasi dari Bhatia sendiri, Mittal Family Trusts, K5 Sports (bagian dari K5 Global Fund), dan EE Capital, keluarga Elaine dan Eduardo Saverin. Menariknya, Jeff Bezos disebut sebagai investor utama dalam K5 Sports fund. Langkah ini menjadi investasi pertama Bezos di dunia olahraga, setelah sebelumnya ia dikaitkan dengan pembelian Washington Commanders dari NFL pada 2023 namun urung merealisasikan tawaran.
Presiden FSG, Mike Gordon, menyambut baik kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa Liverpool selalu dibangun dengan pemikiran jangka panjang, dan konsorsium ini dinilai memiliki filosofi yang sama. "Liverpool selalu dibangun dengan berpikir melampaui satu musim dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang klub," ujar Gordon. "Pendekatan ini terus menarik minat investor dan pemimpin bisnis terhormat di seluruh dunia. Saat kami mempertimbangkan peluang ini, menjadi jelas bahwa Amit dan konsorsium berbagi filosofi jangka panjang kami dan apresiasi terhadap apa yang membuat Liverpool istimewa. Pengalaman dan perspektif mereka akan melengkapi fondasi kuat yang sudah ada, dan kami berharap dapat bekerja sama."
Sebelumnya, Sky News melaporkan bahwa grup tersebut mendekati akuisisi saham di klub Premier League ini dengan valuasi sekitar $6 miliar. Liverpool sendiri telah mengonfirmasi pada Juli lalu bahwa mereka menerima minat resmi dari Bhatia untuk melakukan investasi strategis minoritas. Sebagai tanda keseriusan, Bhatia mengundurkan diri dari jabatannya di jajaran direksi Queens Park Rangers, klub yang ia geluti sejak 2007.
Keputusan FSG untuk melepas sebagian saham ini bukanlah hal yang mengejutkan. Sejak beberapa tahun terakhir, FSG memang menunjukkan sinyal untuk menggeser fokus mereka. Pada 2023, mereka telah menjual saham minoritas yang lebih kecil di Liverpool, dan pada 2025, keluarga Hoffman membeli saham mayoritas Pittsburgh Penguins dari FSG. FSG juga baru saja mengurungkan rencana untuk mengadopsi model multi-klub yang menempatkan Liverpool di puncak hierarki.
Sejak mengambil alih kendali pada 2010, FSG telah membawa perubahan besar bagi Liverpool. Saat itu, klub dalam kondisi terpuruk akibat kesalahan manajemen pemilik sebelumnya. FSG membeli Liverpool dengan harga £300 juta, yang kini dianggap sebagai tawaran yang sangat murah mengingat kesuksesan yang diraih. Di bawah kepemimpinan FSG, Liverpool telah memenangkan dua gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions pada musim 2018-19.
Penjualan saham minoritas ini menandai era baru bagi Liverpool, dengan masuknya investor-investor besar dunia yang diharapkan dapat membawa nilai tambah baik secara finansial maupun strategis. Meski demikian, FSG tetap memegang kendali penuh atas operasional klub, sementara konsorsium baru akan berperan sebagai mitra strategis.
Konsorsium 1892 Holdings dan Para Investornya
Nama 1892 Holdings jelas merujuk pada tahun berdirinya Liverpool FC, yang didirikan pada 1892. Konsorsium ini dipimpin oleh Amit Bhatia, seorang pengusaha asal India yang juga suami dari Vanisha Mittal, putri miliarder baja Lakshmi Mittal. Bhatia sendiri memiliki pengalaman di dunia sepak bola, terutama melalui keterlibatannya di Queens Park Rangers.
Selain Bhatia dan keluarga Mittal, konsorsium ini juga mencakup K5 Global, sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Amerika Serikat, dengan Bezos sebagai investor utamanya. EE Capital, family office milik Elaine dan Eduardo Saverin, juga turut serta. Eduardo Saverin, yang lahir di Brasil dan besar di Amerika Serikat, dikenal sebagai salah satu pendiri Facebook yang kemudian pindah ke Singapura. Keterlibatan para tokoh ini memperkuat posisi Liverpool di kancah global, tidak hanya dari sisi olahraga tetapi juga dari sisi komersial.
Respons dan Reaksi
Pengumuman ini tentu saja menuai beragam reaksi dari para penggemar dan pengamat sepak bola. Banyak yang menilai langkah ini positif, mengingat reputasi para investor yang memiliki visi jangka panjang dan pengalaman di bidang bisnis global. Namun, ada juga yang bertanya-tanya apakah langkah ini akan mengubah arah kebijakan transfer atau manajemen klub secara keseluruhan.
Manajer Liverpool, yang baru saja memulai musim 2026-27, belum memberikan komentar resmi. Namun, para penggemar berharap penjualan saham ini tidak mengganggu rencana tim di lapangan. Liverpool masih menjadi salah satu klub terkuat di Inggris dan Eropa, dan tambahan modal dari investasi ini diharapkan dapat memperkuat skuad di bursa transfer mendatang.
Latar Belakang dan Dampaknya
Liverpool FC bukanlah klub asing bagi para investor besar. Sebelumnya, FSG telah sukses mengembalikan klub ke jalur kejayaan, baik di domestik maupun Eropa. Dengan masuknya investor baru, ada potensi peningkatan pendapatan komersial dan perluasan jaringan bisnis. Kehadiran Jeff Bezos, salah satu orang terkaya di dunia, tentu menjadi magnet tersendiri.
Namun, sejauh ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai berapa persisnya persentase saham yang dijual, meskipun diskusi awal menyebutkan bahwa FSG akan tetap memegang kendali mayoritas. Nilai $6 miliar untuk keseluruhan klub menjadikan Liverpool sebagai salah satu klub termahal di dunia, sejajar dengan klub-klub top Eropa lainnya.
FSG sendiri telah menunjukkan komitmennya terhadap Liverpool dengan membangun ulang infrastruktur, termasuk renovasi Anfield dan pengembangan fasilitas latihan. Dengan kedatangan investor baru, FSG diharapkan dapat terus melanjutkan proyek-proyek tersebut.
Perjalanan FSG dan Liverpool
Sejak dibeli FSG, Liverpool telah mengalami transformasi luar biasa. Di era sebelum FSG, klub nyaris bangkrut dan sempat berada di ambang administrasi. FSG tidak hanya menyelamatkan klub tetapi juga membangun budaya kemenangan. Di bawah arahan manajer seperti Jürgen Klopp, Liverpool menjadi kekuatan dominan di Inggris dan Eropa.
Dua gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions adalah bukti nyata kesuksesan tersebut. Meski Klopp telah pergi, fondasi yang ditinggalkannya tetap kuat. Kini, dengan investasi baru, Liverpool siap melangkah ke babak berikutnya dalam sejarahnya.
Apa Kata Para Pemangku Kepentingan?
Selain Mike Gordon, belum banyak pernyataan resmi dari pihak lain. Namun, Amit Bhatia, sebagai pemimpin konsorsium, dipastikan akan segera memberikan keterangan resmi. Diharapkan ia akan menjelaskan visi dan misi konsorsium dalam mendukung Liverpool mencapai kesuksesan lebih lanjut.
Di sisi lain, para penggemar Liverpool, yang dikenal sangat militan, menyambut kabar ini dengan hati-hati. Mereka menantikan kepastian bahwa identitas dan nilai-nilai klub tidak akan berubah. Sejarah telah menunjukkan bahwa investasi asing sering kali membawa perubahan besar, baik positif maupun negatif. Namun, dengan rekam jejak FSG yang baik, plus profil investor yang mumpuni, banyak yang optimis kolaborasi ini akan membawa berkah.
Kesimpulan
Penjualan saham minoritas Liverpool kepada kelompok Jeff Bezos dan Eduardo Saverin melalui 1892 Holdings menandai langkah berani FSG untuk membawa klub menuju era baru. Dengan valuasi sekitar $6 miliar, Liverpool kini memiliki salah satu basis investor paling bergengsi di dunia. Meski masih banyak yang belum jelas, seperti besaran saham dan pengaruh investor dalam pengambilan keputusan, transaksi ini jelas menjadi sorotan utama di tengah hiruk-pikuk sepak bola global. Liverpool telah membuktikan diri sebagai klub yang tangguh, baik di dalam maupun luar lapangan. Dukungan finansial yang kuat diharapkan dapat menjaga kesinambungan prestasi mereka di masa mendatang.
Para penggemar tentu menantikan musim 2026-27 dengan penuh antusiasme. Apakah investasi ini akan langsung berdampak pada performa tim? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun satu hal yang pasti, Liverpool tidak pernah berhenti bermimpi besar, dan dengan dukungan para investor kelas dunia, mimpi itu semakin dekat untuk diwujudkan.
