Pemain Argentina merayakan gol kemenangan Enzo Fernandez

Argentina mencatat sejarah unik di Piala Dunia setelah membalikkan ketertinggalan 0-2 menjadi 3-2 melawan Mesir pada babak 16 besar, Selasa waktu setempat. Kemenangan tersebut menjadi satu-satunya dalam sejarah turnamen di mana sebuah tim menang di waktu normal setelah tertinggal dua gol pada menit ke-75 atau lebih.

Menurut Greg Harvey dari OptaStats, tidak ada tim dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil meraih kemenangan di waktu normal setelah tertinggal dua gol pada menit ke-75 atau lebih. Argentina menjadi tim pertama yang melakukannya, dan catatan itu pun langsung menjadi sorotan.

Awal yang mengejutkan

Pertandingan berjalan dramatis sejak awal. Mesir tampil tanpa rasa takut dan mampu mengejutkan juara bertahan Argentina. Pada babak pertama, kedua tim masih bermain imbang 0-0. Namun, di babak kedua, Mesir tampil lebih agresif.

Gol pertama Mesir tercipta pada menit ke-67 melalui Mostafa Zico. Pemain depan yang bermain untuk klub lokal itu berhasil memanfaatkan kemelut di kotak penalti dan melepaskan tembakan yang tak bisa dihalau kiper Argentina. Gol tersebut membuat seluruh pendukung Argentina terdiam.

Mesir tidak berhenti di situ. Pada menit ke-75, mereka menggandakan keunggulan melalui gol kedua yang juga dicetak Zico. Umpan silang dari sisi kanan disambut dengan sundulan keras yang kembali menjebol gawang Argentina. Skor 2-0 untuk Mesir, dan mimpi buruk Argentina semakin nyata.

Kebangkitan Argentina

Tertinggal dua gol dengan waktu tersisa kurang dari 20 menit membuat Argentina harus tampil ngotot. Pelatih Lionel Scaloni segera melakukan perubahan strategi dan memasukkan pemain-pemain yang lebih menyerang.

Argentina mulai meningkatkan tekanan. Pada menit ke-79, Lionel Messi mengirimkan umpan silang akurat ke kotak penalti yang disambut sundulan Cristian Romero. Gol tersebut membawa skor menjadi 2-1 dan memberikan harapan baru bagi Argentina.

Messi kemudian menjadi aktor utama dalam gol penyeimbang. Pada menit ke-83, Gonzalo Montiel berhasil mengamankan bola hasil crossing dan mengirimkannya ke Messi yang berlari masuk kotak penalti. Messi melepaskan tendangan kaki kiri yang mengenai tangan kiper Mostafa Shoubir dan masuk ke gawang. Gol tersebut membawa Argentina menyamakan kedudukan 2-2.

Kemenangan dramatis

Setelah skor imbang, Argentina terus menekan. Pada menit ke-90+2, Argentina mendapat peluang emas melalui serangan balik cepat. Lautaro Martínez mengirimkan umpan silang ke kotak penalti yang langsung disambut sundulan Enzo Fernández. Bola meluncur deras ke sudut gawang Mesir yang sudah tidak bisa dijangkau kiper. Skor berubah menjadi 3-2 untuk Argentina.

Setelah gol tersebut, Mesir berusaha keras menyamakan kedudukan namun tidak berhasil. Wasit pun meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Argentina memastikan kemenangan 3-2 dan lolos ke perempat final.

Rekor dan makna

Kemenangan ini menciptakan rekor unik di Piala Dunia. Tidak ada tim sebelumnya yang mampu membalikkan ketertinggalan dua gol pada menit ke-75 atau lebih di waktu normal. Argentina menjadi yang pertama dan berhasil mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan.

Selain itu, kemenangan ini memastikan Lionel Messi yang berusia 39 tahun masih bisa bermain di Piala Dunia setidaknya satu pertandingan lagi. Jika Argentina kalah, Messi harus mengakhiri karier Piala Dunianya lebih cepat.

Reaksi Messi dan rekan setim

Usai pertandingan, Messi tampak emosional dan dipeluk oleh rekan-rekannya. Pertandingan tersebut menjadi salah satu momen terbaik dalam kariernya bersama tim nasional. Para pemain Argentina lainnya juga tampak sangat bahagia dan memuji kerja keras tim.

Gol Romero, Messi, dan Fernandez menjadi bukti bahwa Argentina memiliki mental juara. Mereka tidak pernah menyerah meskipun situasi hampir mustahil.

Analisis

Pertandingan ini bisa menjadi titik balik bagi Argentina di Piala Dunia 2026. Setelah lolos secara dramatis, kepercayaan diri tim pasti meningkat. Namun, Argentina juga harus mengevaluasi performa di babak pertama karena terlalu mudah kebobolan.

Mesir pantas mendapat apresiasi. Mereka hampir saja menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan juara bertahan. Namun, Argentina memiliki kualitas dan pengalaman yang akhirnya menjadi pembeda.

Jadwal selanjutnya

Argentina akan menghadapi pemenang pertandingan antara Kolombia dan Swiss di perempat final. Jika Kolombia menang, Argentina akan berhadapan dengan tim yang sama-sama kuat. Namun, jika Swiss yang lolos, Argentina tetap harus waspada.

Dengan kemenangan ini, Argentina membuktikan bahwa mereka layak disebut sebagai salah satu tim terkuat di dunia. Comeback melawan Mesir akan dikenang sebagai salah satu pertandingan terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Kesimpulan

Argentina menciptakan sejarah dengan menjadi tim pertama yang menang di waktu normal setelah tertinggal dua gol pada menit ke-75 atau lebih di Piala Dunia. Kemenangan tersebut memastikan langkah mereka ke perempat final dan memperpanjang asa mempertahankan gelar. Lionel Messi sekali lagi menjadi pahlawan meskipun gol kemenangan dicetak oleh Enzo Fernández. Pertandingan ini akan selalu diingat oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Sumber

sports.yahoo.com

By qnesx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *